
Lansia Paksa Jualan Demi Tebus Obat Meski Sesak Nafas
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Bantu Mbah Sukirah, Lansia Sebatang Kara Penjual Peyek Sehat dan Hidup Layak.
“Saya nggak apa-apa capek jalan jauh… yang penting saya bisa beli obat untuk asma dan sesak biar bisa sembuh…” – ujar mbah sukirah.
Usianya sudah 80 tahun. Namun setiap pagi, mbah sukirah tetap melangkah pelan sejauh 5 kilometer keliling kampung. Beliau menjajakan peyek dari rumah ke rumah untuk bisa bertahan hidup dan beli obat.
Mbah Sukirah memilih untuk tak menyerah. Secuil usaha yang mampu ia lakukan walau tubuhnya termakan usia tak membuatnya lengah. Ia tetap bekerja, menjemput rezeki dengan cara yang halal.
Mbah Sukirah mau tak mau harus bekerja karena ia harus bertahan hidup. Suaminya telah meninggal dunia. Kini mbah hidup sendirian dirumah yang atapnya mau jebol peninggalan suaminya.
Bekerja dari pagi hari hingga terik kadang mbah cuma bisa dapat 2 ribu perak. Ya, anda tidak salah membaca 2 RIBU PERAK!
Bahkan untuk membeli nasi di warung saja mungkin tak dapat. Miris, ngilu sekali hati ini melihat fakta ini. 1 Bungkus peyek mbah jual dengan harga 2rb, Mbah mengambil untung 500 rupiah setiap bungkusnya. Jika cukup beruntung mbah bisa dapat uang 5 ribu sehari. Namun jika hari itu tidak ada satu pembeli mbah tak bawa uang sepeserpun.
Tubuh mbah sudah tak sebugar dahulu. Bahkan tak jarang bila lelah mendera mbah istirahat sejenak sambil mengelus dadanya kesakitan agar bisa bernafas kembali tidak ngos-ngosan.
“Kalau kadang kambuh mbah hanya bisa diam dirumah, pernah obat mbah habis sesak mbah kambuh tapi gak ada orang yang tahu. mbah hanya bisa pasrah sama sang pencipta”.- cerita mbah sukirah
Tak jarang mbah cuma bisa makan nasi yang dimasak berkali-kali. Nasi sisa kemarin jika masih bisa dimakan, mereka akan memakannya, meskipun gosong dan rasanya tak enak!
Bagaimana jika tak ada makanan? Mbah hanya bisa bergantung pada pemberian tetangga yang baik hati.
“Kami sering tak makan,karena tak bisa beli beras, mau beli beras pakai apa, kadang peyek sehari hanya laku satu sampai lima bungkus saja, jika ada nasi sisa pemberian tetangga, saya masak lagi agar tak basi, meskipun gosong tak apa-apa, asal masih bisa dimakan.” Lirih Mbah Sukirah (80).
#Temanberbagi, ditengah kesulitan pantang bagi mbah untuk meminta-minta. Mari bantu meringankan beban mbah sukirah dengan cara Klik Donasi sekarang.
Lansia Paksa Jualan Demi Tebus Obat Meski Sesak Nafas
terkumpul dari target Rp 100.000.000
