
Lansia 83 Tahun Bertahan Hidup dari Belas Kasihan
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Di usia 83 tahun, Mbah Rumani menjalani hari-harinya seorang diri di rumah sederhana yang sunyi. Tak ada anak yang menemani, tak ada keluarga yang menjenguk, tak ada tempat berbagi keluh. Pagi datang tanpa sapaan, malam berlalu tanpa pelukan. Yang menemani Mbah Rumani hanyalah kesepian dan tubuh yang semakin rapuh dimakan usia.
Fisik Mbah Rumani sudah jauh dari kata kuat. Kaki sering gemetar, punggung membungkuk, dan seluruh tubuh kerap dilanda nyeri. Untuk berdiri saja beliau harus berpegangan pada dinding rumah. Melangkah beberapa meter terasa seperti perjuangan panjang. Bekerja sudah mustahil, bahkan mengurus diri sendiri pun sering tak sanggup.
Hari-hari Mbah Rumani banyak dihabiskan dengan duduk atau berbaring, menahan rasa sakit yang datang silih berganti. Saat lapar melanda, beliau hanya bisa menunggu. Tak ada dapur yang selalu berasap, tak ada lauk yang pasti tersedia. Kadang perut kosong harus ditahan sambil memejamkan mata, berharap rasa perih itu cepat berlalu.
Tatkala merasa tubuhnya kuat untuk beratifitas, Mbah rumani mencari ranting yang dikumpulkan untuk dijual. Namun tak selamanya ranting-ranting itu laku terjual, hanya beberapa kali saja dalam jangka waktu yang lama.
Untuk makan, Mbah Rumani sepenuhnya bergantung pada belas kasihan tetangga. Jika ada yang memberi nasi atau makanan, hari itu beliau bisa tersenyum lega. Namun jika tak ada yang datang, Mbah Rumani terpaksa menahan lapar hingga keesokan hari. Usia senja yang seharusnya diisi dengan istirahat dan perhatian, justru dijalani dengan ketidakpastian dan kekhawatiran.
Tak jarang Mbah Rumani menahan sakit sendirian di dalam rumah. Ketika tubuh terasa sangat lemah, tak ada yang mengantar berobat. Beliau hanya bisa berdoa dalam diam, berharap masih diberi kekuatan untuk melewati satu hari lagi.
Mari kita ulurkan tangan bersama. Sedikit bantuan dari kita sangat berarti bagi Mbah Rumani—untuk makan yang layak, untuk berobat, dan untuk menjalani sisa usia dengan lebih manusiawi. Jangan biarkan Mbah Rumani terus bertahan dalam kesendirian, kelaparan, dan rasa sakit.
Lansia 83 Tahun Bertahan Hidup dari Belas Kasihan
terkumpul dari target Rp 100.000.000
