
Bantu Penjual Gorengan Bungkuk Bertahan Hidup
terkumpul dari target Rp 100.000.000
“Kalau tidak jualan, ya tidak bisa makan. Tapi sekarang tanah rumah ini bukan milik saya, dan pemiliknya mau ambil kembali...”
— Nek Juju
Di usia senjanya, Nek Juju masih setia berkeliling menjajakan gorengan dari pagi hingga sore, menyusuri jalanan berbatu dengan bertumpu pada tongkat kayu kesayangannya. Bukan karena ingin, tapi karena harus — demi bertahan hidup seorang diri setelah kepergian suaminya tiga bulan lalu.
Ditinggal Suami, Tinggal Sendiri, dan Kini Diusir dari Rumah yang Ditinggali
Asalnya dari Garut, Nek Juju kini tinggal sendiri di sebuah rumah yang berdiri di atas tanah milik saudara dari istri pertama almarhum suaminya. Setelah suami wafat, pemilik tanah ingin mengambil kembali tanah tersebut untuk dijadikan kebun.
Tanpa ada tempat untuk berpindah, Nek Juju terpaksa tetap tinggal—namun hari-harinya diiringi ketidakpastian dan kegelisahan.
Rumah yang ia tinggali pun sudah reyot, atap banyak yang terbuka, kayu mulai keropos, dan sangat tidak layak huni untuk seorang lansia.
Setiap Hari Berjualan Gorengan Rp1.000 Sambil Menahan Sakit
Setiap pagi pukul 08.00 hingga 15.00, Nek Juju membawa gorengan hasil buatannya sendiri, dibantu oleh anak angkatnya yang perempuan. Ia menjual gorengan seharga Rp1.000 per biji.
Penghasilan bersihnya hanya sekitar Rp20.000–50.000 per hari. Jika sedang ramai, bisa mencapai Rp50.000, namun itu jarang terjadi. Dari hasil itu, Nek Juju membeli beras dan kebutuhan harian. Tak jarang, ia harus berhutang di warung untuk beli bahan gorengan atau bahkan sekadar makan.
Saat tidak mampu mencari kayu bakar sendiri dari kebun, ia harus membeli seikat kayu seharga Rp30.000 demi bisa memasak gorengan.
Kondisi Fisik Melemah, Tapi Semangat Nek Juju Tak Pernah Padam
Sudah setahun terakhir, Nek Juju berjalan dengan tubuh membungkuk akibat sakit lambung yang tak kunjung sembuh. Ia belum pernah ke dokter karena tidak punya biaya. Selama ini, ia hanya mengandalkan obat warung seperti promag untuk meredakan sakitnya.
Sang anak kandung yang laki-laki sudah menghilang sejak 15 tahun lalu saat pergi bekerja ke luar negeri, dan hingga kini tidak pernah ada kabar.
Sementara itu, anak angkatnya yang perempuan sering membantu, meski ia sendiri kesulitan secara finansial.
Terkadang Nek Juju Hanya Makan dengan Garam dan Nasi Saja
Dengan untung bersih sekitar Rp20.000-an per hari, Nek Juju harus membagi uang itu untuk makan dan modal usaha.
Kadang, banyak pembeli yang berhutang dan tidak membayar.
Jika Nek Juju tidak berjualan sehari saja, ia tak punya uang untuk makan.
Dan saat rasa rindu menyeruak, Nek Juju menatap foto almarhum suaminya sambil mendoakan — mengenang masa ketika mereka masih membuat tampah dan jualan bersama.
Mari Bantu Nek Juju Mendapatkan Tempat Tinggal yang Layak dan Hidup yang Lebih Tenang
Nek Juju bukan hanya sedang melawan kemiskinan, tapi juga kesendirian, rasa sakit, dan ketidakpastian masa depan.
Kini, harapan Nek Juju hanya satu:
- Punya tempat tinggal sendiri yang aman dan layak
- Bisa tetap berjualan dengan tenang tanpa takut diusir
- Punya modal dagang yang cukup
- Bisa berobat ke dokter agar tidak terus bergantung pada obat warung
- Melunasi hutang-hutangnya di warung dan ke tetangga
Bantu Nek Juju hari ini.
Donasi sekecil apapun bisa menjadi penerang di sisa usia beliau.
Klik Donasi Sekarang untuk membantu Nek Juju punya tempat tinggal baru dan hidup yang lebih layak.
Kalau kita tak bisa mengganti lelahnya, mari kita bantu ringankan beban hidupnya.
Untuk Nek Juju, mari jadi keluarga di kala ia merasa sendiri
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Bantu Penjual Gorengan Bungkuk Bertahan Hidup
terkumpul dari target Rp 100.000.000