
Sebatang Kara Dorong Gerobak 15kilo Demi Untung 5ribu
terkumpul dari target Rp 50.000.000
“Ya kalo ditanya ya kesepian Mas. Udah nggak ada suami lagi. Dia udah meninggal 10 tahun lalu. Saya juga nggak punya anak, jadi hidup sendirian di kos” - Mbah Painem (Lansia Penjual Jamu).
Namanya adalah Mbah Painem. Lansia penjual jamu keliling yang kini masih harus berjuang lanjutkan hidup yang tak mudah ini seorang diri setelah suaminya meninggal
Tak miliki anak, Mbah hanya hidup di kosan lapuk yang sangat sederhana dengan penuh keterbatasan. Dindingnya rusak dan kerap kali rerntuhuan semen mengotori kasur tuanya
Setiap hari Mbah keliling kota Madiun tuk menjual jamu seharga 3 ribu/bungkus. Biasanya beliau akan dapatkan upah sekitar 30 ribu/hari.
Sudah 20 tahun melakoni profesi ini, nyatanya Mbah masih harus hidup dengan pas-pasan. Bahkan di musim penghujan seperti ini, seringkali jamu tak habis.
“Kadang mbah kehujanan mas, kalau udah gitu, namanya juga orang tua ya…. Pasti langsung masuk angin” ucapnya lirih.
#OrangBaik yuk bantu Mbah Painem hidup lebih layak. Kirimkan bantuanmu dengan cara:
Klik tombol “DONASI SEKARANG”
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Terima kasih #OrangBaik!

Sebatang Kara Dorong Gerobak 15kilo Demi Untung 5ribu
terkumpul dari target Rp 50.000.000