
Tebar Parsel Ramadan untuk Lansia Dhuafa
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Bayangkan harus menahan lapar berhari-hari…
Itulah kenyataan yang dialami Kakek Jono (68). Hidup sendiri di gubuk kecil tanpa MCK, kakek sering kali harus menahan lapar karena tak punya beras. Setiap hari, ia berjalan mencari barang rongsokan untuk dijual, tapi hasilnya hanya sekitar Rp5.000—tak cukup untuk makan layak. Saat perutnya kosong, kakek hanya bisa mengikat kain di perutnya agar rasa laparnya sedikit berkurang.
Kondisi serupa juga dialami Nenek Nawati (75) dari Jawa Timur. Dengan tubuh yang sudah membungkuk, nenek masih harus mencari kayu bakar atau membuat sapu lidi untuk mendapatkan sedikit penghasilan—jika ada bahan yang bisa digunakan. Kadang, nenek tak makan hingga dua hari, hanya bertahan dengan air putih. Saat berjalan, tubuhnya gemetar karena lemas, hingga harus sering berhenti untuk beristirahat. Sudah 10 tahun nenek hidup sendiri sejak suaminya meninggal, tanpa anak atau keluarga yang menemani hari-harinya.
💛 Dibulan Ramadhan—bulan penuh keberkahan dan berbagi. Mari bersama menjadi #PejuangKebaikan dengan menghadiahkan parcel makanan untuk para lansia yang membutuhkan.
🌿 Paket Donasi untuk Lansia:
🍚 Rp50.000 = Bantuan sembako (beras, minyak, mie instan)
🍱 Rp100.000 = Paket makanan siap santap & sembako
🎁 Rp250.000 = Parcel Ramadhan lengkap (sembako + makanan bergizi + kebutuhan harian)
Sekecil apa pun bantuan kita, bisa membawa kebahagiaan besar bagi mereka. Yuk, sisihkan rezeki untuk membantu mereka menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan bahagia!

Tebar Parsel Ramadan untuk Lansia Dhuafa
terkumpul dari target Rp 30.000.000