
Abah Herman Dorong Gerobak 40Kg Demi Bertahan Hidup
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Di usianya yang sudah 67 tahun, Abah Herman masih harus berjuang untuk menyambung hidupnya. Setiap hari, ia mendorong gerobak berisi perabotan anyaman bambu yang beratnya lebih dari 40 kg. Bukan karena ingin, tapi karena harus…
Dulu, Abah berjualan sayur, tapi dagangannya sering layu dan terbuang sia-sia. Akhirnya, ia beralih ke perabotan anyaman agar bisa bertahan lebih lama. Tapi ternyata, jualan ini pun sepi. Pembeli jarang, harga sering ditawar sampai tak ada untungnya. Sehari laku satu saja sudah syukur, seringnya malah tak ada yang beli.
Abah tak bisa berjalan normal seperti kita. Beliau mengalami stroke ringan, dan pernah jatuh di sawah hingga tulang ekornya hancur. Sejak itu, ia hanya bisa berjalan dengan dua tongkat, menahan sakit di setiap langkahnya.
Tak terhitung sudah berapa kali Abah jatuh saat mendorong gerobaknya. Jika di tempat ramai, masih ada yang membantu. Tapi kalau jatuh di tempat sepi, ia hanya bisa berusaha bangkit sendiri, merapikan kembali dagangannya yang berserakan di jalan.
Selain sakit di kakinya, Abah juga menderita kencing batu. Ia sering tiba-tiba ingin buang air kecil saat berdagang, tapi tak ada toilet di sekitarnya. Karena itu, Abah selalu membawa botol plastik agar tidak mengotori pakaiannya.
Anak-anaknya tinggal jauh, bahkan ada yang tak menganggapnya ayah karena beda ibu. Dulu, saat istri masih ada, Abah tak pernah merasa sendiri. Ada yang memasakkan makanan, ada yang menemani. Tapi sekarang, Abah makan sendiri, tidur sendiri, sakit pun harus mengurus diri sendiri.
Kadang, jika tengah malam lapar, ia hanya bisa pasrah karena tak ada yang bisa dimintai tolong. Jika dagangan tak laku, ia hanya bisa mengganjal perut dengan air putih. Bahkan, Abah pernah makan mie sisa kemarin yang sudah dingin, karena tak punya uang sepeserpun untuk membeli makan.
"Kalau saya meninggal di sini, siapa yang bakal tahu? Saya teriak minta tolong sakit aja nggak ada yang datang…"
Abah tak pernah meminta-minta. Meski sakit, ia tetap berusaha. Tapi sampai kapan tubuh rentanya bisa bertahan?
Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari perubahan dalam hidup Abah. Bantu Abah Herman agar bisa menjalani hari dengan lebih layak, tanpa harus menahan lapar dan kesakitan.

Abah Herman Dorong Gerobak 40Kg Demi Bertahan Hidup
terkumpul dari target Rp 60.000.000