
Bantu Ibu dengan Kelainan Saraf Berjuang untuk Keluarga
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Umurnya memang masih terbilang muda, tetapi ujiannya sudah sangat berat dan bertubi-tubi.
Bu Ai (35 tahun), sejak lahir memiliki penyakit saraf sehingga banyak gerak tambahan di bagian pundak dan kesulitan mengendalikan lehernya. Meskipun sebenarnya ia tidak boleh bekerja berat, tapi ia tetap paksakan diri keliling berjualan gorengan demi gantikan suami yang tidak bisa melihat akibat katarak dan agar ketiga anaknya bisa tetap makan nasi.
“Kalau jalan kelamaan, kaki, leher, dan pundak ibu sakit, pegal, nyeri. Mau nyerah juga gimana, ada anak dan suami dirumah harus makan Pak,”
Karena sang suami sekarang sudah tidak bisa bekerja lagi, Ibu dengan lapang dada menggantikan posisinya sebagai tulang punggung keluarga. Setiap hari menjajakan gorengan yang bahkan milik orang lain sehingga keuntungan yang ibu dapat hanya 200 perak per gorengan.
Keuntungan sekecil itu harus ia usahakan demi kesehatan suami, terutama demi ketiga anaknya bisa tetap makan dengan layak dan melanjutkan sekolah. Ibu sering merasa bersalah kepada anak-anaknya karena harus melewati perjalanan hidup yang sangat berat. Namun ia bersyukur karena anak-anaknya sangat pengertian dan tidak banyak menuntut.
“Pernah nanya ke saya.. Mamah ada uang gak seribu, pengen jajan.. Kata saya gak ada.. Terus anak-anak pasrah, jawabnya ‘Oh iya atuh gak apa-apa mah kalau gak ada.. Gak pernah ngamuk-ngamuk kalau saya gak punya uang..” jelas Bu Ai tentang anak-anaknya.
Bu Ai, Pak Yono, dan anak-anaknya tinggal di rumah almarhum neneknya yang sudah tua, tidur hanya beralaskan karpet tipis di ruangan bekas gudang. Saat hujan, tempat tidur mereka kerap basah akibat atap yang bocor. Mereka juga tidak memiliki dapur atau kamar mandi yang memadai, sehingga sering harus bergantung pada rumah tetangga.
Bahkan untuk keperluan Mandi, Cuci dan Kakus, Ibu harus menimba dulu air di sumur.
“Biaya sekolah anak juga banyak yang nunggak Pak, saya nggak tau kedepannya gimana. Semoga anak-anak bisa terus makan dan sekolah,”
#TemanKebaikan, Ibu memang lah orang yang sangat hebat dan kuat, meskipun beban itu berat tapi ia bersedia memikulnya sendirian. Yuk, kita bantu ringankan beban ibu agar bisa memiliki modal berjualan sendiri dan bisa pergi berobat bersama sang suami!

Bantu Ibu dengan Kelainan Saraf Berjuang untuk Keluarga
terkumpul dari target Rp 70.000.000