
Banting Tulang Jadi Ojol Demi Sembuhkan Anak yang Tumor
terkumpul dari target Rp 70.000.000
“Pas Hasna dirawat di ICU, saya benar-benar takut, Mas. Takut banget saya kehilangan dia. Saya bahkan gak sanggup ngebayanginnya.”
Begitulah kenang Ayah Hasna ketika mengingat masa-masa kritis yang dialami putri pertamanya saat masih berusia 3 tahun.
Sejak berumur 6 bulan, Hasna sudah harus menghadapi perjuangan melawan tumor pembuluh darah yang menyerangnya. Kondisi ini menyebabkan bibir dan pipinya membengkak, bahkan membuatnya kesulitan bernapas.
Tak hanya melawan penyakit yang dideritanya, Hasna juga harus bertahan dari rasa sakit akibat ejekan teman-temannya.
“Sering diledek sama temen-temen. Katanya, ‘Hasna mirip binatang A, binatang B, bahkan ada yang bilang Hasna mirip monster. Padahal da Hasna juga gak mau punya penyakit kaya gini..” ucap Hasna menahan tangis.
Bahkan, saat sedang bermain di taman, Hasna pernah didorong oleh sekumpulan anak laki-laki. Lalu saat malam tiba, Hasna mimisan sampai dibawa ke IGD.
Sebagai Ayah yang mencintai putrinya, ia tidak bisa melihat anaknya harus menahan luka fisik dan batin dari ejekan temannya. Ia pun berjuang mati-matian, menerjang panas dan hujan demi bisa membawa Hasna pergi berobat dan segera jalani operasi.
Namun, Ayah Hasna hanyalah seorang pengemudi ojek online, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Keduanya berjuang mati-matian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merawat anak tercinta.
Karena sering menemani Hasna ke rumah sakit, waktu sang Ayah untuk mencari penumpang pun menjadi terbatas, penghasilan yang didapat pun menjadi tidak cukup.
Mereka hanya berharap Hasna bisa menjalani hidup normal seperti anak-anak lainnya. Kembali bersekolah, bermain riang bersama teman-temannya, tanpa rasa sakit dan ejekan.
Namun, keterbatasan biaya menjadi penghalang utama dalam pengobatan Hasna untuk mencapai kesembuhan.
#TemanKebaikan, bahkan saat ditanya apa yang ingin ia lakukan pertama kali setelah sembuh, Hasna dengan polos menjawab, "Ingin bermain sama teman-teman." Mari, bersama kita bantu Hasna sembuh dan wujudkan mimpi sederhananya.
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.

Banting Tulang Jadi Ojol Demi Sembuhkan Anak yang Tumor
terkumpul dari target Rp 70.000.000