
Angkat 40 Kilo Tape Harapkan Anaknya Lumpuh Sembuh
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Bayangkan jika anak yang sangat kita cintai, menjalani seumur hidupnya dengan berbaring karena miliki kelainan tulang langka, apa yang akan kita rasakan?
Begitupula yang Abah Apandi rasakan. Selama 20 tahun terakhir, Abah Apandi telah berjuang keras demi menyelamatkan anaknya. Namun hingga kini, Abah belum mampu memberikan pengobatan yang layak untuk Sabarudin.
Sabarudin terlahir dengan kondisi bayi hijau dan mengalami pertumbuhan yang lambat. Keterbatasan biaya membuat Abah Apandi tidak mampu membawanya menjalani pengobatan.
Tubuh Sabarudin terus mengalami penurunan, menjadi semakin kurus akibat kekurangan gizi. Kedua kakinya tampak bengkok dan kaku, sementara tulang di punggungnya membentuk benjolan yang semakin menonjol. Hingga kini, di usia 20 tahun, Sabarudin hanya bisa terbaring di atas kasur usang. Ia belum mampu berbicara, berdiri, atau melakukan apa pun sendiri.
Biaya terapi dan pengobatan yang dibutuhkan untuk Sabarudin terasa mustahil bagi Abah Apandi untuk diwujudkan. Sebagai penjual peuyeum keliling, setiap hari Abah harus berjalan puluhan kilometer, menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah, ke berbagai toko, atau kepada siapa saja yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.
Di usianya yang sudah tidak lagi kuat berlama-lama di jalanan, ia tetap menjajakan peuyeum atau tape yang beratnya bisa mencapai 40 kilogram. Namun jangankan untuk biaya berobat, untuk membeli biskuit Sabarudin pun Abah tidak bisa.
Setiap hari, Abah Apandi dengan penuh kasih merawat Sabarudin. Ia selalu memandikan, menyuapi, dan mengurus seluruh kebutuhan anaknya tanpa lelah. Dalam doanya, Abah terus memohon agar Sabarudin bisa segera menjalani pengobatan, sembuh, dan menikmati kehidupan yang normal seperti anak-anak lain.
“Sudah 20 tahun kami berusaha mengumpulkan uang agar anak kami bisa diobati. Tapi sampai sekarang Allah belum memberi jalan. Mungkin Allah ingin kami berusaha lebih keras lagi. Saya hanya bisa berdoa semoga Sabarudin tetap kuat dan bertahan sampai akhirnya bisa mendapatkan pengobatan pertamanya…” kata Abah dengan penuh harapan.
Teman Kebaikan, yuk kita bantu Abah Apandi bawa anaknya berobat dan terapi hingga tuntas!
Halo #TemanKebaikan !
Lihat dan rasakan kebaikan dari kamu yang #BeneranBerdampak untuk semua di link berikut ini ya:)
https://sajiwafoundation.org/publications/sajiwa-news
Mengapa Sajiwa Foundation?
1. Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
2. Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
3. Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
4. Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
5. Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.
https://sajiwafoundation.org/
Jl. Atlas Raya No.21, Babakan Surabaya, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat 40281
02220504715
Hubungi kami jika kamu ingin berkolaborasi lebih lanjut ke nomor resmi ini ya :)
085174166464
Angkat 40 Kilo Tape Harapkan Anaknya Lumpuh Sembuh
terkumpul dari target Rp 70.000.000