
Bantu Pemulung Difabel dan Istrinya Stroke Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Pak Endang, seorang pria asal Jogja yang merantau ke Bandung dengan harapan mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, takdir berkata lain. Tiga tahun lalu, kecelakaan tragis mengubah hidupnya selamanya. Saat itu, Pak Endang mengalami tabrakan mobil yang menyebabkan kakinya patah parah. Setelah berjuang melawan rasa sakit dan menjalani serangkaian operasi, dokter memutuskan bahwa kakinya harus diamputasi. Biaya pengobatan yang mencapai hampir Rp 400 juta menghabiskan seluruh tabungan dan harta yang dimilikinya. Kini, Pak Endang tidak lagi memiliki rumah dan harus mengontrak dengan bantuan teman-temannya yang baik hati.
Setelah kecelakaan, kehidupan Pak Endang semakin berat. Ia harus bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilannya sangat tidak menentu, kadang hanya Rp 10.000 per hari, yang harus dibagi untuk makan dan kebutuhan lainnya. Tak jarang, Pak Endang dan istrinya terpaksa berpuasa karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan. Bahkan, mereka pernah tidur di emperan toko karena tidak mampu membayar kontrakan dan pernah diusir karena dianggap mengganggu.
Tidak hanya Pak Endang yang menderita, istrinya juga harus berjuang melawan stroke yang dideritanya sejak setahun lalu. Karena keterbatasan biaya, istri Pak Endang tidak bisa mendapatkan pengobatan yang layak. Kondisi kesehatannya semakin memburuk, sementara Pak Endang hanya bisa memandang dengan perasaan bersalah. Ia sering kali meminta maaf kepada istrinya karena tidak bisa mencukupi semua kebutuhan mereka.
Meski hidupnya penuh dengan kesulitan, Pak Endang dikenal sebagai orang yang baik dan tulus. Karena sifatnya yang baik, teman-temannya rela menyisihkan uang mereka untuk membantu membayar kontrakan Pak Endang sebesar Rp 400.000 per bulan. Namun, bantuan ini tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan mereka, terutama biaya pengobatan istri Pak Endang.
Pak Endang dan istrinya adalah contoh nyata dari perjuangan hidup yang tak kenal lelah. Mereka pantang menyerah meski dihimpit oleh kesulitan yang bertubi-tubi. Namun, mereka tidak bisa melakukannya sendirian. Mereka butuh bantuan kita untuk bisa bertahan dan memiliki harapan hidup yang lebih baik.
Teman kebaikan, Ayo Bantu Pak Endang dan Istrinya!
Dengan donasi dari kita, Pak Endang bisa membayar kontrakan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan memberikan pengobatan yang layak untuk istrinya. Setiap rupiah yang kamu berikan akan memberikan harapan baru bagi mereka. Mari kita bersama-sama meringankan beban mereka dan memberikan mereka kesempatan untuk hidup yang lebih layak.
Halo #TemanKebaikan !
Lihat dan rasakan kebaikan dari kamu yang #BeneranBerdampak untuk semua di link berikut ini ya:)
https://sajiwafoundation.org/publications/sajiwa-news
Mengapa Sajiwa Foundation?
1. Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
2. Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
3. Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
4. Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
5. Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.
https://sajiwafoundation.org/
Jl. Atlas Raya No.21, Babakan Surabaya, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat 40281
02220504715
Hubungi kami jika kamu ingin berkolaborasi lebih lanjut ke nomor resmi ini ya :)
085174166464

Bantu Pemulung Difabel dan Istrinya Stroke Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 60.000.000