
Demi Keluarga Ayah Tunanetra Bertahan Meski Dijahati
terkumpul dari target Rp 70.000.000
“Kadang ada saja pembeli yang tega memanfaatkan kondisi saya sebagai tunanetra. Ada yang bilang beli satu, tapi mengambil lebih dari satu. Pernah juga dagangan saya diambil semua tanpa dibayar, bahkan uang saya ikut dibawa,” cerita Pak Enceng.
“Kalau sedang berjalan, sering terpeleset atau jatuh sampai masuk got. Kadang ada yang membantu, tapi seringnya saya harus bangkit sendiri,” lanjutnya.
“Jarak yang saya tempuh jauh, bisa lebih dari 15 km setiap hari jalan kaki. Kadang dagangan tidak laku sama sekali. Pernah juga tersesat dan tidak tahu jalan pulang, hanya bisa bertanya kepada orang lain agar bisa kembali ke rumah,” tambahnya lagi.
Bagaimana rasanya hidup sebagai Pak Enceng, yang tidak bisa melihat dunia seperti kita? Sejak lahir ia hidup sebagai tunanetra, menggantungkan setiap langkahnya pada tongkat yang setia menemaninya.
Namun, keterbatasan itu tidak pernah menghentikan semangat Pak Enceng untuk terus berjuang demi keluarganya. Setiap hari, dari pagi hingga malam, ia berkeliling menjajakan singkong dengan berjalan kaki.
Berjualan singkong di jalanan bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Pak Enceng. Bertahun-tahun berjuang, sudah banyak kisah pilu yang ia alami.
Bagi Pak Enceng, menghadapi pembeli yang tidak jujur bukanlah hal baru. Ada yang memanfaatkan kondisinya untuk berbuat curang. Meski begitu, Pak Enceng tetap bersyukur. “Syukur saya masih diberi kesehatan untuk terus berjuang,” ujarnya.
Penghasilan sehari-hari Pak Enceng hanya cukup untuk makan. Bahkan, tidak jarang ia dan istrinya rela menahan lapar demi memastikan anaknya tidak kelaparan.
Istri Pak Enceng, yang juga tunanetra, hanya bisa membantu mengurus rumah karena kondisinya tidak memungkinkan untuk ikut bekerja.
Istrinya seringkali merasa bersyukur memiliki suami seperti Pak Enceng. Ujarnya..
“Saya bersyukur miliki suami seperti beliau.. Pekerja keras, gak pernah ngeluh, beliau Ayah yang bertanggung jawab dan sayang pada keluarga..”
“..Saya setiap bapak berangkat selalu berdoa.. Ya Allah lindungi suami saya.. Kalau kesulitan semoga ada yang menolong.. Dijauhkan dari orang-orang yang jahat, dan dilancarkan rezekinya..” Lirih sang istri.
#TemanKebaikan, puluhan tahun Pak Enceng telah berjuang di jalanan meski penuh dengan cobaan. Kini saatnya kita memberikan kebahagiaan untuk beliau. Mari bersama-sama membantu membuatkan usaha rumahan agar Pak Enceng tidak perlu lagi berjalan jauh atau menghadapi perlakuan buruk di jalan.
Halo #TemanKebaikan !
Lihat dan rasakan kebaikan dari kamu yang #BeneranBerdampak untuk semua di link berikut ini ya:)
https://sajiwafoundation.org/publications/sajiwa-news
Mengapa Sajiwa Foundation?
1. Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
2. Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
3. Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
4. Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
5. Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.
https://sajiwafoundation.org/
Jl. Atlas Raya No.21, Babakan Surabaya, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat 40281
02220504715
Hubungi kami jika kamu ingin berkolaborasi lebih lanjut ke nomor resmi ini ya :)
085174166464

Demi Keluarga Ayah Tunanetra Bertahan Meski Dijahati
terkumpul dari target Rp 70.000.000