
Raih Pahala Jariyah! Bantu Pesantren Tuli Layak Huni
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Sangat disayangkan, sarana belajar dan ibadah bagi para santri teman tuli ini ternyata masih luput dari perhatian kita. Padahal, meskipun terbatas dalam pendengaran dan pengucapan, bukan berarti mereka harus terbatasi juga dalam mendapatkan pendidikan dan mendalami ilmu agama.
Ironisnya, banyak dari mereka yang belum tahu bagaimana cara mengaji, bahkan belum mengenal bacaan sholat. Sedangkan, sholat dan mengaji merupakan pondasi utama dalam umat beragama.
Hal inilah yang mendorong berdirinya Pesantren Tuna Rungu Jamhariyah sejak tahun 2019. Berkat kegigihan Ustadz Randy, pesantren ini kini telah menjadi tempat belajar bagi 30 santri teman tuli.
“Sebenarnya masih banyak santri teman tuli yang ingin bergabung ke pesantren ini, tapi terpaksa saya tolak karena fasilitas, alat pendukung belajar, dan pengurus masih kurang memadai,” Ucap Ustadz Randy.
Harapan besar untuk memberikan pengajaran kepada semua santri tuli di wilayahnya terpaksa terbentur oleh keterbatasan keadaan yang belum memungkinkan. Bangunan pondok mangkrak, anak-anak hanya bisa makan seadanya, ditambah lagi kebutuhan belajar yang hingga saat ini masih harus berbagi.
Menambah pengurus hanya akan menzalimi mereka karena kesejahteraannya dipertaruhkan.
“Bahkan anak-anak pernah serentak kena penyakit kulit karena kondisi air yang kurang baik,” kata Ustadz Randy.
Teman-teman tuli di pesantren ini belajar di tempat yang sangat sederhana, seperti joglo dengan atap seng yang membuat suasana menjadi berisik saat hujan dan sangat panas saat siang hari. Dindingnya terbuat dari batako yang belum diplester, dan pintunya sudah rapuh. Bahkan, saking terbatasnya ruangan, beberapa santri ada yang harus belajar di luar ruangan.
Itulah sebabnya, pesantren ini tidak dapat menampung banyak santri maupun menambah pengurus. Sekarang saja, semua kebutuhan pesantren bergantung pada donatur tak tetap dan iuran seikhlasnya dari orang tua dhuafa.
“Untuk operasional, kami membutuhkan 35 juta per bulan. Biasanya beras 1 karung saja hanya habis untuk 2 hari, kami seringkali kekurangan..” Ujar Ustadz Randy.
Miris! Masalah operasional menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlangsungan pesantren istimewa ini.
Padahal, anak-anak ini sangat bergantung pada keberadaan Pesantren Jamhariyah. Mereka merasa bahagia bisa belajar di sini, berkumpul dengan teman-teman yang sepenanggungan, serta berjuang bersama menghafal dan mengenal agama dan Allah SWT, yang telah menciptakan mereka.
#TemanKebaikan, mari bersama jadi donatur tetap untuk pesantren ini yuk? Insya Allah setiap lantunan kalimat Quran yang mereka isyaratkan akan menjadi berkah dan amal jariyah bagi kita semua. Aamiin.
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.

Raih Pahala Jariyah! Bantu Pesantren Tuli Layak Huni
terkumpul dari target Rp 70.000.000