
Ringankan Beban Ibu Penjahit Untuk Terapi Anaknya
terkumpul dari target Rp 50.000.000
"Maaf ya Nak Ibu belum bisa bawa kamu berobat.. Ibu ingin lihat kamu belajar berdiri, bisa bicara dan badannya tidak kaku lagi. Bertahan ya Nak, Sabar.."
Suara lirih penuh harap terucap oleh Nanim Fauziah (43), seorang ibu yang setiap hari berjuang untuk anaknya Syahrul, pengidap Lumpuh Otak. Tak seperti anak lain, Syahrul yang kini berusia 15 tahun tak bisa bergerak bebas karena seluruh badannya kaku dan membutuhkan terapi rutin untuk jangka waktu lama.
Tak banyak yang bisa Bu Nanim lakukan dengan kondisi tersebut. Beliau hanya seorang tukang permak yang tinggal di sebuah kontrakan kecil dan sangat terbatas dalam ekonomi. Bagaimana tidak, mesin permak yang beliau gunakan dalam mencari nafkah adalah sewaan yang harus dibayar setiap bulan. Dengan pendapatannya yang tak seberapa, terlalu banyak hal yang harus beliau pikirkan.
Tumpang tindih kebutuhan yang Bu Nanim tanggung menggambarkan kehidupan nanar yang harus tabah ia jalani. Baginya, keikhlasan akan menjadi harapan untuk membawa Syahrul terapi. Jika tidak segera, kaku tubuh anak istimewanya itu akan semakin sulit diobati.
Debar cemas selalu Bu Nanim rasakan saat malam menjelang. Syahrul seringkali kejang dan membuat beliau kebingungan. Beban pikirnya tak pernah patah mengingat terlalu bahaya untuk Syahrul jika terus menerus kejang tanpa penanganan.
Tangis yang menandakan kesakitan, tangan dan kaki yang terus menekuk karena kejang juga badan yang semakin kurus akibat kurang asupan menjadi kesedihan Bu Nanim dalam perjuangannya. Lebih dari itu, Bu Nanim ingin segera membawa Syahrul menjalani pengobatan di balik waktu pembayaran kontrakan yang semakin menekan.
Insan baik, maukah kalian patungan pertolongan untuk membawa Syahrul pengobatan? Mari bersama bantu Bu Nanim agar rekah senyumnya kembali ia rasakan. Sedikit bantuan darimu, cerahkan hari Bu Nanim dan Syahrul.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk terapi Syahrul, santunan sandang pangan, pembayaran sewa rumah dan modal usaha bagi Bu Nanim. Donasi juga akan disalurkan kepada penerima manfaat lain di bawah naungan Amal Baik Insani.

Ringankan Beban Ibu Penjahit Untuk Terapi Anaknya
terkumpul dari target Rp 50.000.000