
Buka Bersama dan Berbagi Bingkisan Untuk Pejuang Kanker
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana umat Islam diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan dimana amal ibadah kita akan dilipat gandakan. Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya di nantikan oleh seorang mukmin. Beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah.
Berbahagialah untuk kita yang masih bisa menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan berbagai menu makanan yang enak dan bergizi bersama keluarga. Tapi lihatlah mereka, anak-anak dengan penyakit kanker dan beresiko tinggi lainnya dari kalangan kurang mampu yang harus berjuang melawan ganasnya penyakit yang bersarang ditubuhnya. Jangankan untuk membeli baju lebaran untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan.
Athallah Berjuang Sembuh dari Kerongkongannya yang tumbuh tak sempurna
Berulang kali mengeluarkan cairan gelap melalui mulutnya dan tidak bisa saat akan dipasangkan selang NGT untuk saluran makan karena dari hasil USG ternyata kerongkongan Atha buntu.
Usia 12 hari dengan BB 900 gram bayi Atha menjalani tindakan operasi pertama dengan 3 tindakan yaitu pembuatan akses minum dengan cara dibuat lubang di posisi lambung (gastrostomi), yang kedua dibuat lubang juga dibagian tenggorokan untuk pemasangan trakeostomi agar tidak ada air liur yang masuk ke paru-paru dan jantungnya, dan yang ketiga penutupan lubang diantara paru-paru dan lambung agar tidak ada oksigen yang masuk ke lambung saat Atha bernafas.
“Ngga kuat liat Atha waktu itu, badannya tinggal tulang berbalut kulit tapi harus jalani berbagi operasi. Apalagi dokter menyampaikan bahwa operasi berhasil kemungkinannya sangat kecil”- jelas Bu Indi.
Hasna Berjuang Sembuh dari Sakit Malformasi Venolimfatik Regio Dekstra
Hasna sering sekali pulang-pulang menangis sesegukan sampai dadanya sesak karena diejek temannya karena wajahnya seperti binatang. Tidak ada teman yang mau main sama Hasna karena semua pada takut melihat wajahnya. Hasna juga sering menanyakan apakah wajahnya bisa normal seperti teman-temannya agar dia bisa bermain tanpa diejek. Dalam satu minggu, Hasna bisa menjalani kontrol ke rumah sakit sampai 4 kali yang tentu membutuhkan biaya transport yang tidak sedikit. Selain itu Hasna pernah mengalami sulit bernafas sehingga harus dipasang kanul tracheostomy di leher untuk membantu pernafasannya. Dan alat tersebut harganya mahal dan tidak ditanggung BPJS.
Adam Berjuang Sembuh dari Kanker Neuroblastoma
Sejak lahir Adam terlihat perut Adam terlihat berbeda, agak membesar dan mengeras dibandingkan anak-anak lain, ibu nya bergegas membawa Adam ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, dilakukan USG dan CT-Scan hasilnya adalah adam menderita kanker neuroblastoma di ginjal kiri nya.Walau dirumah sakit Adam hanya ditemani Ibu nya saja, karena Ayah Adam telah meninggalkan sejak Adam masih didalam kandungan berusia 3 bulan, Ibu nya seorang diri membesarkan dan banting tulang untuk menghidupi Adam dan Kakak Adam ditambah biaya pengobatan Adam yang tak semua ditanggung BPJS.
Zian Berjuang Sembuh dari Susp Malformasi Vascular Lidah
Sejak lahir, Zian telah berjuang dengan kondisi tumor di lidahnya. Pernah dirujuk ke Yogyakarta, tapi operasi batal karena dokter anestesi tidak sanggup menangani. Kini, harapan terletak di Jakarta, namun biaya pengobatan sangat besar bagi keluarga kecil ini. Pak Muhlis, ayah Zian, setiap hari mencari barang rongsok demi menafkahi keluarga. Penghasilannya tak cukup bahkan untuk makan sehari-hari, apalagi untuk berobat. beberapa biaya pengobatan pun tak ditanggung oleh BPJS. Kini, motor satu-satunya telah terjual untuk biaya berobat, tapi perjuangan Zian masih panjang. Setiap hari, nyawanya terancam karena kesulitan makan dan bernapas akibat tumor yang semakin membesar. Jika tidak segera dioperasi, kondisinya bisa semakin kritis.
Yayasan Sahabat Ayah Sarah mengajak para sahabat untuk ikut serta dalam program buka bersama dan berbagi bingkisan untuk para pejuang kanker dan penyakit beresiko tinggi yang ada di Rumah Singgah Yayasan Sahabat Ayah Sarah dan Rumah Sakit Sekitar Jakarta. Bingkisan yang akan dibagikan nantinya akan berupa sembako, kue lebaran, dan THR berupa uang tunai.
Program ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan hadiah Ramadhan untuk para pejuang kanker dan penyakit beresiko tinggi lainnya yang setiap harinya hanya bolak balik ke rumah sakit.
Mari bersama-sama kita sisihkan rezeki kita untuk berbagi kebahagian dengan berbuka bersama dan berbagi bingkisan untuk anak-anak pejuang kanker dan penyakit beresiko tinggi bersama Yayasan Sahabat Ayah Sarah.

Buka Bersama dan Berbagi Bingkisan Untuk Pejuang Kanker
terkumpul dari target Rp 70.000.000