
Setelah ayahnya meninggal dunia, Suarta atau Tata kini berjuang sendirian, mengorbankan semua impian masa mudanya demi merawat ibunda tercintanya Ibu Sahati (41th) yang terbaring lemah akibat penyaktit mata kronis serta ke 3 adiknya agar bisa makan.
Dalam berbalut keringat dan kerasnya dunia, ia bekerja sebagai buruh bangunan tanpa henti hingga larut malam, berharap setiap rupiah yang diperolehnya bisa menjadi harapan untuk pengobatan sang ibu dan agar adik-adiknya bisa makan.
Sehari-hari, Tata bekerja dari pagi hingga larut malam, berharap tetesan keringatnya agar bisa membantu biaya pengobatan sang ibu yang semakin hari penyakitnya semakin parah. Selain itu ia pantang pulang jika belum mendapatkan uang untuk membeli makan, karena di rumah ketiga adiknya meunggu dengan penuh harap Tata membawa makanan untuk mereka.
Pernah suatu ketika Tata sedang sakit dan bersamaan sakit ibunya kambuh mengalami sesak napas yang parah, juga adik-adik Tata nangis kelaparan. Pada waktu itu membuat Tata hampir menyerah dengan keadaan. Namun, Tata teringat Almarum Ayahnya yang sebelum meninggal menitipkan Ibu dan Adik-adik kepadanya.
“di masa sulit itu, sempat saya hampir menyerah kak. Namun wasiat Ayah yang menguatkan saya untuk bangkit kembali, doakan saya ya kak saya hanya ingin sehat terus supaya saya bisa menjaga ibu dan adik saya” ungkap haru Tata
Tata sudah mencoba membawa ibunya ke rumah sakit dan dokter sudah memberi tahu bahwa pengobatan ibunya harus segera dilakukan. Tapi Tata, hanya berjuang sendirian, tak mampu melakukannya sendiri. Ia sangat membutuhkan uluran tanganmu. Mari bersama kita wujudkan harapan Tata untuk membawa ibunya berobat dan adik-adiknya hidup layak.
Apakah kamu bersedia membantu perjuangan Tata dengan cara:
Klik tombol "Donasi Sekarang"
