
Pak Yaya Butuh Bantuanmu Untuk Sembuhkan Sang Istri
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Di usia yang tak lagi muda, Abah Yaya (70th) harus menjalani hidup yang penuh ujian ini, ia bersama sang istri Emak Eha (66th) tinggal di rumah sepetak di pelosok kampung. Abah Yaya harus menelan kenyataan yang sangat pahit di usianya yang senja dikarenakan istri tercinta yang sudah setia menemaninya puluhan tahun terindikasi penyakit kronis.
Tujuh tahun lalu, benjolan di leher Mak Eha hanya sebesar kacang tanah. Kini, benjolan itu terus membesar, menggelayut, dan semakin menyakitkan, bahkan sudah bocor dan mengeluarkan darah segar yang deras. Banyak orang menghindar ketika melihat keadaan Mak Eha.
Dulunya Mak Eha adalah seorang pedagang gorengan keliling namun setelah benjolannya semakin membesar ia tidak kuat lagi untuk berjualan.
“Saya cuma ingin sembuh… biar gak ada lagi yang lari menjauh dari saya,” ucapnya getir Mak Eha.
Kini lewat pekerjaan Abah Yaya-lah Mak Eha gantungkan nasibnya. Meski sebenarnya Emak masih memiliki satu anak, tapi anak Emak juga hidup dalam kesulitan, sehingga tak bisa banyak membantu.
Pak Yaya setiap hari bekerja sebagai buruh tani di kebun tetangga dengan penghasilan tidak menentu kadang paling besar cuma dapat upah 30 ribu per harinya, kadang juga tidak membawa uang sama sekali. Penghasilannya ini pun kadang tidak cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari.
Namun, Abah tidak pernah mengeluh. “Rezeki sudah diatur Allah, tugas abah cuma usaha,” kata Abah sambil tersenyum. Tapi, di balik senyumnya, tersimpan cerita perjuangan hidup yang penuh kesulitan.
Tiap kali Mak Eha menangis menahan rasa sakit, Abah Yaya juga tak berdaya. Hanya mampu mengusap lembut kepala dan leher istrinya sambil disuapin dengan nasi polos hasil dari bekerja buruhnya saat itu.
“Sebetulnya saya sudah tidak tega melihat kondisi istri saya, satu-satunya harapan saya hanya ingin melihat Istri saya sembuh kembali, agar ia bisa melakukan aktivitas seperti biasa lagi” lirih Abah Yaya.
Selama ini bukan mereka tak mau berusaha. Mak Eha sempat berobat beberapa kali, hanya saja tak tuntas karena tak ada biaya. Dokter bilang, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Emak adalah operasi segera, diikuti kemoterapi untuk memastikan penyakitnya tidak kambuh. Tapi masalahnya uang dari mana?
Sudah lebih dari 6 tahun Emak menunggu keajaiban agar bisa segera operasi, tapi pengobatan ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Bagi Emak yang hidup serba kekurangan, operasi adalah mimpi yang mustahil tuk digapai.
Entah harus kemana Abah Yaya berharap untuk bisa membawa istrinya berobat, bahkan operasi? Ancaman benjolan ini pecah dan menyebar ke kepala harus ia jalani tanpa operasi.
#OrangBaik, Pak Yaya hanya berharap Istrinya bisa sembuh dan kembali bertahan hidup tuk kejar bahagia dimasa tua. Yuk sama-sama bantu Pak Yaya mewujudkan operasi untuk istrinya lewat berdonasi dicampaign ini!

Pak Yaya Butuh Bantuanmu Untuk Sembuhkan Sang Istri
terkumpul dari target Rp 100.000.000