
Kerai Bambu - Harapan Abah Ibrahim Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Salah fokus sama abah-abah yang jualan kerai bambu di pinggir jalan tapi ketiduran, “abah mulai jualan dari selesai sholat subuh, kalo udah jam siang segini suka ngantuk banget.” Ujar Abah Ibrahim
Ibrahim (76 tahun) masih berjibaku dengan rutinitas nya berjualan kerai bambu dengan berkeliling menggunakan roda sederhana buatannya, bukan tanpa alasan “abah masih punya tanggungan anak sekolah usia SMP di Tasik.” jawabnya
Pa Ibrahim asli Kab.Tasikmalaya, mengadu nasib berjualan di Kota Bandung dengan apa yang dia bisa, berjualan dengan berjalan berkeliling keluar masuk komplek hingga gang menawarkan kerai bambu dengan keuntungan 25rb per buah jualannya, sedihnya kini jualan abah kurang kurang diminati bahkan kalopun ada tak jarang pembeli menawar yang akan mengurangi keuntungan abah yang sangat sedikit.
Abah merantau sendiri di Kota Bandung tinggal menumpang dirumah kerabat jauhnya dan mengirimi mak dan anak yang masih mengenyam pendidikan uang dari hasil jualan “kalo kondisi sekarang paling besar abah kirim 200rb-an seminggu seringnya kurang.”
Ujian ekonomi belum selesai, kini abah Ibrahim tak bisa berjualan karena masalah kesehatan yang diawali dari jatuh saat jualan, tak memiliki BPJS abah berobat semampunya ke puskesmas dan istirahat dirumah. Tanpa pemasukan yang jelas abah hanya bisa bergantung sementara dari pemberian saudaranya dan meratapi kondisi keluarga dikampung.

Kerai Bambu - Harapan Abah Ibrahim Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 60.000.000