
Wujudkan Rumah Ibadah di Jorong Pagu-Pagu
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Di antara megahnya Gunung Merapi dan Gunung Singgalang, terdapat sebuah mushola yang seharusnya menjadi tempat bersujud, berdoa, dan bersandar dalam ketenangan. Namun, kini bangunan itu terbengkalai. Harapan masyarakat Jorong Pagu-Pagu untuk memiliki tempat ibadah yang layak masih tertahan oleh keterbatasan dana.
Mushola ini didirikan di atas tanah wakaf dengan ukuran 6x8 meter. Awalnya, pembangunan mushola ini berjalan dari hasil gotong royong dan dana masyarakat. Namun, musibah banjir bandang (galodo) yang melanda kampung kami menghancurkan harapan tersebut. Hasil tani yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat menurun drastis, membuat mereka kesulitan untuk melanjutkan pembangunan mushola ini.
"Kami ingin mushola ini selesai agar masyarakat di sini bisa beribadah dengan nyaman. Tapi sejak musibah datang, kami tak mampu lagi melanjutkan pembangunan," ungkap Pak Ferry Eka, pengurus mushola yang dengan penuh harap meminta bantuan demi terwujudnya rumah ibadah yang layak.
Mushola ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol kebersamaan dan kekuatan iman masyarakat. Di sinilah anak-anak akan belajar mengaji, orang-orang tua bisa bersujud dengan tenang, dan masyarakat bisa berkumpul untuk mempererat silaturahmi. Namun, semua itu masih menjadi mimpi yang belum terwujud.
Kini, kami mengajak Anda untuk turut berkontribusi dalam membangun kembali cahaya ibadah di Jorong Pagu-Pagu. Setiap donasi yang Anda berikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Bersama, kita bisa menyelesaikan pembangunan mushola ini dan mengembalikan harapan masyarakat.
Mari berbagi kebaikan. Salurkan donasi Anda sekarang dan jadilah bagian dari kebaikan yang akan terus mengalir.

Wujudkan Rumah Ibadah di Jorong Pagu-Pagu
terkumpul dari target Rp 100.000.000