
Kanker Semakin Menggerogoti Mata, Bantu Alpat sembuh
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Nyawa sang anak terancam akibat kanker di matanya yang semakin menjadi. Ayah yang merupakan buruh bengkel las pontang panting cari kerjaan demi bisa selamatkan nyawa sang anak. Sayang, yang membutuhkan jasanya tak selalu ada. Sedangkan kondisi sang anak makin DROP. Terpaksa 6 bulan terakhir ini pengobatannya harus menggantung.
“kalo bisa di pindahkan penyakitnya saya rela menanggung sakit anak saya dari pada dia yang menderita" kata sang ibu. Ibu mana yang tidak merasa bersalah dan tidak tega atas sakit yang harus diderita anaknya?
Anak bungsu Pak Haerudin bernama, Alpat Jaya (6th) mengalami ujian bertubi-tubi. Sejak 6 bulan yang lalu ia mengalami kelainan pada mata kirinya. Awalnya Pak Haerudin menggapnya kelinan biasa karena tidak ada keluhan apapun dari sang anak. Namun sejak usianya semakin hari kelainan matanya semakin menjadi hingga mata kirinya sakit membengkak dan tidak bisa melihat lagi. Dengan rasa panik, Pak Harudin dan Istri membawanya ke rumah sakit terdekat. Tak disangka dokter memvonis penyakit yang di derita anaknya adalah kanker, lalu dokter setempat merujuknya ke RS yang lebih besar di Bandung.
Sejak itulah Pak Haerudin dan sang istri bulak balik menggendong anaknya ke rumah sakit naik angkutan umum yang jaraknya hampir 200KM.
Perjalanan alpat untuk melawan kanker masih panjang, biaya semakin menipis, sang ayah masih terus berusaha meski tetap biaya mereka belum cukup juga. Pada akhirnya Pak Haerudin putus asa tapi tetap berusaha, ia mencari kerja keluar kota dan terpaksa menjeda pengobatan anaknya.
“Saya sudah bingung, sudah tak kuasa lagi jika harus pinjam uang, saya malu, apapun sudah saya jual dan saat ini sudah tidak ada lagi yang bisa di jual, ade sudah tidak berobat lagi dari 5 bulan yang lalu, bukan karena apa, tapi saya sudah tak punya uang untuk ongkosnya lagi” Ungkap Pak Haerudin
Pada akhirnya terpaksa Alpat harus putus pengobatannya hingga sudah hampir 6 bulan Alpat tidak berobat dan sudah 3 bulan ini penyakitnya semakin menjadi, matanya semakin menonjol hingga keluar darah segar, tangisan tak henti meraung dari dalam rumah sederhana Pak Haerudin.
Dengan hati yang berat, Pak Haerudin dan Istri hanya bisa berharap ada keajaiban untuk menyelamatkan anaknya tanpa ada tambahan utangnya. Pak Haerudin, yang sehari-harinya menjadi buruh begkel las di bengkel tetangga, tidak pernah menyangka penyakit anaknya akan seserius ini. Setiap langkah yang ia ambil terasa berat, namun harapan kesembuhan anaknya tercinta memberinya kekuatan.
Mirisnya, penghasilan Pak Haerudin yang tak seberapa bahkan dengan kerja keluar kotapun masih jauh dari kata cukup untuk ongkos ke rumah sakit karena pengobatan yang cukup panjang.
Hai #OrangBaik, Pak Harudin dan Alpat tak bisa berjuang sendirian. Mereka butuh uluran tangan kita agar bisa melanjutkan berbagai tindakan untuk operasinya.
Yuk bantu perjuangan Pak Haerudin untuk membawa anaknya berobat kembali dengan berdonasi melalui campaign ini!

Kanker Semakin Menggerogoti Mata, Bantu Alpat sembuh
terkumpul dari target Rp 100.000.000