
Kakek Masih Berjualan di Usia Senja Demi Bisa Berobat
terkumpul dari target Rp 50.000.000
“Aku jualan dari sebelum menikah sampai sekarang. Kalau nggak jualan, saya nggak bisa makan, kalau saya nggak jualan saya nggak makan” ujar Kakek Ngadino.
Di usia 76 tahun, saat banyak orang seusianya menikmati hari tua dengan beristirahat, Kakek Ngadino masih harus mendorong gerobak jajanan setiap hari. Dengan tubuh yang semakin renta, kakek berkeliling sejauh belasan kilometer demi mendapatkan penghasilan untuk makan dan berobat.

Dari setiap jajanan yang terjual, kakek hanya memperoleh sekitar Rp200. Penghasilan itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Saat penyakitnya kambuh, rasa nyeri sering kali tak tertahankan. Kakek pernah hampir pingsan di jalan karena menahan sakit dan kelelahan. Tak jarang, kakek terpaksa beristirahat di emperan toko dengan gerobak tua di sampingnya, menunggu tubuhnya kembali kuat untuk melanjutkan jualan.

Dokter menyarankan tindakan operasi agar kondisi kakek membaik. Namun, keterbatasan biaya menjadi penghalang besar. Kakek tidak memiliki tabungan, tidak memiliki jaminan kesehatan, dan kini harus menjalani hidup seorang diri.

Anak-anaknya telah merantau jauh ke luar kota sehingga kakek harus berjuang sendiri menghadapi sakit dan kerasnya kehidupan.
Kakek Masih Berjualan di Usia Senja Demi Bisa Berobat
terkumpul dari target Rp 50.000.000
