
URGENT! Perjuangan Hidup Bayi Kecil Melawan Penyakit Kulit Yang Langka
terkumpul dari target Rp 251.000.000
Kulitnya mengelupas di sekujur tubuh, Berat badanya turun drastis, hingga dari asalnya berat badannya 10kg sekarang menjadi 4kg saja.
Kondisi ini dialami oleh Hanifa Nur Khadijah (1,4Th), dengan kondisi segenting ini sayangnya orangtua dari Hanifa tak memiliki dana yang cukup tuk kelanjutan pengobatannya!
Rintihan Hanifa Mengeras saat sedikit saja bayi mungil ini menggerakan tubuhnya. Saat ini kondisi Hanifa semakin buruk, kritis, tak stabil. Sehingga tindak medis intensif harus segera dilakukan sebelum taerlambat dan bahayakan nyawanya.
Bak mimpi buruk bagi orangtua manapun saat anak bungsunya di vonis penyakit kronis yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawanya. Penyakit kronis masih terus tumbuh di lengan bagian kanannya hingga menyebar ke seluruh tubuh dalam jangka waktu 3 bulan. Berawal dari ketika hanifa masuki usia 2 minggu, terlihat tangis mulai menghiasi hari-harinya, diikuti dengan sesak napas dan kulit yang melepuh serta terkelupas.
Setelah dibawa ke puskesmas terdekat tak disangka Dik Hanifa Didiagnosa penyakit kulit langka yakni Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (SSSS) atau penyakit kulit akibat infeksi bakteri Staphylococcus Aureus. Keberadaan penyakit ini ditandai dengan kulit melepuh, kemerahan, dan terlihat seperti terbakar.
Tak terhitung orang tua Hanifa bolak-balik RSUD sebelum akhirnya Hanifa harus di rujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung, demi pengobatan sang buahati hingga harta bendapun turut telah dijual. Mas kawin dan perabotan rumahpun tak tersisa demi pengobatan sang buahati, namun kesehatan tak kunjung datang memeluk Dik Hanifa.
Saat ini pengobatannya terancam terhenti karena kondisi ekonomi orang tuanya,bukannya tdiak berusaha, bahkan harta benda serta berhutang kesana kemari sudah dilakukan orangtua Hanifa, Namun itu semua belum cukup sehingga saat ini Dik Hanifa hanya di obati seadanya dengan obat tradisional seperti dengan air embun daun sirsak yang di oleskan ke sekujur tubuhnya.
Alhasil penyakitnya semakin menyebar keseluruh tubuhnya. Dik Hanifapun hidup dengan tatapan jijik dari orang-orang sekitarnya dan banyak menjauhinya karena di takutkan menular. Luka melepuh di tubuhnya pun hanya ditutup dengan potongan kain bekas yang dibasuh dengan air daun sirsak. Tak ada pilihan lagi sebab orangtuanya sudah tak mampu membiayai pengobatannya.
Saking parah kondisi kulitnya, raungan tangisannya seakan mengisi hari-harinya karena kulit yang terus-terusan bersisik dan melepuh. Tubuhnya juga tampak kurus kering tak berdaya.
Momen yang paling menyakitkan bagi Hanifa yaitu ketika ia mandi. Guyuran air selalu membuat kulitnya perih dan menangis keras. Lalu setelah mandi, ia harus menutupi lepuhan lukanya satu-satu dengan potongan kain supaya baju yang dipakai tak menempel di kulit.
Menurut dokter Dik Hanifa harus segera dirawat untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif dengan salep khusus yang ditaksir memakan waktu pengobatan panjang dan biaya pengobatanya ditaksir hingga ratusan juta rupiah!
Mirisnya, karena hanya Sang Ayah hanya miliki penghasilan 50 ribu sehari sebagai kuli kasar siluar kota, maka untuk saat ini Hanifa hanya diberi minyak telon dan air daun sirsak saja dengan harapan mengurangi rasa sakitnya itu!
#OrangBaik, Bayi ini lahir tanpa dosa, namun harus menanggung derita akibat penyakit kronisnya! Jangan biarkan semakin parah hal ini bisa mengancam nyawa!
Mari kita patungan untuk membantu pengobatan bayi yang tak berdosa ini segera dengan cara berdonasi di campaign ini!

URGENT! Perjuangan Hidup Bayi Kecil Melawan Penyakit Kulit Yang Langka
terkumpul dari target Rp 251.000.000