
Sebatang Kara Hidupi Cucu 26th yang Hidrosefalus
terkumpul dari target Rp 75.000.000
“Maaf ya nak, Mbah gak bisa bawa kamu berobat dan sekarang Mbah juga gak bisa kasih makan tiap hari”-Mbah Sanggem
“Saya jual nasi jagung harganya 2500 kalau jajanan anak kecil 500. Kadang habis, kadang enggak. Ya paling dapet 10 ribu sehari.” - Mbah Sanggem (Penjual nasi jagung keliling)
Mbah Sanggem keliling dari desa ke desa sambil menawarkan nasi jagung yang ia jual. Dibalik tubuhnya yang renta, ada tanggung jawab besar yang harus ia jaga. Siti Nur Jannah, cucunya yang menderita hidrosefalus.
Hari-harinya Siti cuma bisa mengesot dan berguling.
Kepalanya terlalu berat untuk diangkat, jangankan berdiri, untuk duduk aja Siti gak mampu. Orang tuanya sudah meninggal dunia.
Beruntung ada Mbah Sanggem, sang nenek yang merawatnya hingga sekarang. Mereka tinggal berdua di gubuk kecil.
Sedihnya, Siti tak pernah dapat perawatan di RS karena Mbah gak punya biaya. Hidup mereka kesusahan, kadang gak sanggup beli gas sampe harus minum air mentah dari sumur.
Sedangkan kondisi Siti pun tak pernah membaik, kejang hingga muntah hampir tiap hari terjadi. Kepala Siti sudah 2x lipat besarnya daripada kepala normal. Bahkan kini satu mata Siti buta.
Begitu sulit hidup Mbah dan cucunya di gubuk tua ini. Mereka hidup jauh dari kata layak dan harus berjuang juga untuk mencari biaya pengobatan.
#TemanBerbagi Mari salurkan bantuanmu tuk mereka agar bisa hidup layak dan mendapatkan pengobatan yang baik dengan cara Klik tombol "Donasi Sekarang"

Sebatang Kara Hidupi Cucu 26th yang Hidrosefalus
terkumpul dari target Rp 75.000.000