
JUAL BALON KELILING 15KM DEMI SAMBUNG HIDUP
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Di tengah hiruk-pikuk kota Samarinda, ada seorang wanita tangguh yang berjuang di bawah teriknya matahari dan kerasnya kehidupan. Ia adalah Ibu Sujirah, seorang Wanita dan istri yang bekerja keras demi bertahan hidup sambil merawat suaminya yang sedang sakit. Perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan dan kesabaran, namun ia menjalaninya dengan penuh kasih sayang dan ketulusan.
Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya menampakkan dirinya, Ibu Sujirah telah bersiap di pinggir jalan, menjajakan balon-balon warna-warni yang menggemaskan. Balon-balon itu tergantung pada sebuah tiang sederhana, dan suaranya terdengar ceria meskipun dijual di tengah lalu lintas yang bising. Tidak sedikit orang yang melewati sosok Ibu Sujirah tanpa menyadari betapa berat beban yang ia pikul.
Sejak suaminya divonis mengalami stroke beberapa tahun lalu, beban hidup keluarga kecil ini semakin berat. Stroke membuat suaminya terbaring tak berdaya, kehilangan kemampuan untuk bergerak dan beraktivitas seperti biasa. Suaminya, yang dulunya adalah sosok pelindung keluarga, kini hanya bisa berbaring dan bergantung sepenuhnya pada istri tercinta. Dalam keadaan seperti ini, Ibu Sujirah tetap setia mendampingi suaminya, tidak pernah mengeluh atau menyerah.
Setiap hari, setelah berjualan balon, Ibu Sujirah akan pulang ke rumah dengan hasil yang mungkin tidak seberapa. Sesampainya di rumah, ia kembali mengabdikan waktunya untuk suami tercinta. Ia menyuapi suaminya dengan sabar, memastikan bahwa setiap suapan diterima dengan baik, dan membersihkan dirinya dengan penuh kelembutan. Tangan Ibu Sujirah yang kasar karena bekerja keras tak pernah lelah melayani suaminya, meski dalam hatinya ia menyimpan berbagai macam kekhawatiran tentang masa depan mereka.
Rumah sederhana yang mereka tinggali adalah saksi dari kesetiaan dan perjuangan mereka. Di tempat itulah, Ibu Sujirah mengurus semua kebutuhan suaminya seorang diri, mulai dari memandikan hingga menemaninya saat sakit. Ketika suaminya merasa kesakitan atau putus asa, Ibu Sujirah selalu berada di sampingnya, memberikan kata-kata penghiburan dan semangat, meskipun dirinya sendiri kadang merasa lelah dan sedih. Baginya, cinta adalah tentang menerima dan memberi tanpa syarat, dan ia siap berkorban apa pun demi suaminya.
Penghasilan dari menjual balon tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan suaminya. Namun, Ibu Sujirah tidak pernah berhenti berusaha. Ia tidak ingin meminta-minta, tapi keadaan sering kali memaksanya untuk menerima uluran tangan dari orang-orang baik di sekitarnya. Meski demikian, di balik setiap bantuan yang ia terima, ada harapan agar suatu hari nanti ia bisa kembali hidup mandiri dan tak lagi merepotkan orang lain.
Yuk Bantu Bu Sujirah dan keluarga dengan cara :
Klik DONASI SEKARANG

JUAL BALON KELILING 15KM DEMI SAMBUNG HIDUP
terkumpul dari target Rp 50.000.000