
Berbagi Harapan untuk Pejuang Kanker Anak Bersama YSAS
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Di balik senyum kecil para pejuang kanker, tersimpan rasa sakit yang tak seharusnya mereka rasakan di usia belia. Rumah sakit menjadi tempat bermain mereka, jarum suntik menjadi teman harian, dan kemoterapi menjadi perjuangan yang harus dijalani demi satu harapan: sembuh.
Sarah Husnia, seorang pejuang kanker darah akut, pernah berpesan sebelum kepergiannya:
“Ayah jangan pernah berhenti membantu teman-teman Sarah ya…”
Pesan inilah yang melahirkan Yayasan Sahabat Ayah Sarah, sebuah yayasan yang terus berjuang mendampingi anak-anak pejuang kanker dan penyakit berisiko tinggi lainnya.

Hari Kanker Anak Sedunia merupakan kampanye global yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dan remaja penderita kanker, para penyintas, serta keluarga mereka. Hari Kanker Anak Sedunia diperingati setiap 15 Februari.
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia, Yayasan Sahabat Ayah Sarah berupaya menghadirkan kebahagiaan dan dukungan melalui kegiatan pembagian: Susu, Pampers, Hygiene kit, Mainan anak, Dukungan kebutuhan lainnya. Bantuan ini disalurkan kepada anak-anak pejuang kanker dan penyakit berisiko tinggi di beberapa rumah sakit di Jakarta.
Kisah Para Pejuang Kecil
Muhammad Fauzi (12 tahun) Pejuang Kanker Osteosarcoma

Fauzi adalah anak kembar yang divonis mengidap kanker tulang ganas (osteosarcoma). Awalnya, ia hanya terjatuh saat bermain. Karena keterbatasan biaya, orang tuanya membawanya ke tukang urut, yang justru memperparah kondisinya.
Saat akhirnya dibawa ke rumah sakit, kanker telah menghancurkan tulang tangan kirinya. Fauzi harus menjalani amputasi dan kini rutin menjalani kemoterapi demi mempertahankan hidupnya. Masa kecilnya terenggut, namun semangatnya untuk bertahan tetap ada.
Zian Alfarizky (1 tahun) Diagnosa Malformasi Limfatik

Kelainan pada lidah Zian mulai terlihat beberapa bulan setelah ia lahir. Awalnya hanya benjolan kecil, hingga suatu hari darah mengalir deras dari bawah lidahnya saat ia disuapi.
Zian divonis mengidap tumor lidah yang terus membesar hingga keluar dari mulutnya. Ia telah menjalani beberapa tindakan medis, termasuk operasi pemasangan alat bantu napas dan pemotongan lidah. Saat ini, Zian masih harus menjalani kemoterapi oral dan terapi rutin demi bertahan hidup.
Ashalina Putri (8 tahun) Pejuang Kanker Rhabdomyosarcoma

Perjuangan Ashalina dimulai dari benjolan kecil di pipi kiri pada Oktober 2020. Benjolan tersebut terus membesar hingga menutupi mata kirinya. Dokter mendiagnosis Asha mengidap kanker otot ganas.
Sejak April 2021, Asha telah menjalani 98 kali kemoterapi dalam 18 siklus. Namun, memasuki tahap paliatif, benjolan baru kembali muncul. Rambutnya rontok, tubuhnya melemah, tetapi semangatnya tetap menyala.
Di balik perjuangan Asha, ada sang ibu, Ibu Nidya, seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai petugas keamanan dengan penghasilan terbatas. Seluruh tenaga dan kasih sayangnya dicurahkan demi kesembuhan putri tercinta.
Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat: Memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak pejuang kanker, Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker anak, Mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kepedulian, Membantu meningkatkan akses terhadap pengobatan dan kebutuhan medis yang layak.
Kami sangat berharap dukungan dari para Sahabat agar lebih banyak bantuan dapat disalurkan kepada anak-anak pejuang kanker dan penyakit berisiko tinggi di berbagai rumah sakit di Jakarta.
Berbagi Harapan untuk Pejuang Kanker Anak Bersama YSAS
terkumpul dari target Rp 70.000.000
