
Harapan Nenek Samini Dipenghujung Usia
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Di usia yang sudah renta, tubuhnya pun kini harus merasakan hidup yang tidak layak. Bahkan nenek harus tidur di atas ranjang berlapiskan tumpukan berbagai kain sebagai alas tubuhnya.
Nenek Samini, seorang nenek yang berusia 85 tahun, hidup sendirian di sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Suaminya sudah meninggal puluhan tahun lalu, kini nenek harus tinggal seorang diri, anak satu-satunya yang selalu ada buat nenek, namun sayang kehidupannya pun kurang beruntung.
Tubuhnya yang sudah renta dan wajahnya sudah dipenuhi oleh lipatan keriput. Setiap hari nenek harus melawan panas terik matahari hanya sekedar untuk bertahan hidup. Sudah berkali-kali nenek pun jatuh terpeleset ketika menuruni jalanan.
Nenek Samini setiap hari harus bekerja keras demi sesuap nasi. Selain mencari rongsokan dan membersihkannya, beliau sebagai pengrajin nasi bekas yang dijemur di terik sinar matahari.
Di setiap bangun pagi atau di siang hari selalu ada orang yang nyimpan nasi basi di depan pintu rumahnya. Kemudian nenek ambil wadah untuk menjemurnya, setelah kering dan sudah ada satu loyang nenek jual.
"Dalam satu loyang nya atau wadah itu seharga 5 ribu rupiah, dan itu jarang terkumpul apalagi dimusim hujan. Kalau musim hujan ya paling dalam 2 hari baru bisa nenek jual," ungkap nenek Samini. "Ya sekarang ini neneknya sudah gak kuat sering sakit-sakitan batuk pilek. Tapi Alhamdulillah Gusti Allah masih sayang, selalu ada yang ngasih obat-obatan," lanjut ungkapan nenek dengan penuh syukur.
Meskipun hidupnya sangat sulit, Nenek Samini tidak pernah menyerah. Dia terus berusaha untuk mencari rezeki, dan selalu berharap bahwa hidupnya akan menjadi lebih baik.
Sekarang, Nenek Samini tinggal ditempat yang sangat sempit sekali, Beliau sudah sering sakit-sakitan, tidak bisa keliling jauh untuk mencari botol-botol bekas. Dan untuk sekedar makan dan beli obat nenek hanya mengandalkan dari nasi basi yang beliau jemur.
Nenek Samini hanya bisa menangis dan berharap bahwa ada orang yang dapat membantunya. sehingga beliau dapat hidup dengan lebih layak. Walaupun tubuhnya sudah rapuh, nenek Samini tetap semangat dalam berikhtiar untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Beliau masih berharap bahwa ada orang yang dapat membantunya, tapi dia tidak tahu kapan harapannya itu akan terwujud.
Sahabat, mari sisihkan sebagian dari harta kita untuk memberi kehidupan yang lebih layak untuk Mak Samini dengan klik tombol 'DONASI SEKARANG'!

Harapan Nenek Samini Dipenghujung Usia
terkumpul dari target Rp 50.000.000