
Ukir Kebahagiaan Hadiah Hari Raya untuk Porter
terkumpul dari target Rp 85.000.000
“Kami tidak digaji, kalo nggak ada penumpang yang mau barangnya kami angkut kami nggak dapat uang.”
Porter adalah profesi pengangkut barang di tempat pelayanan transportasi salah satunya stasiun kereta untuk membawakan barang penumpang.
Tanpa gaji, para porter hanya akan mendapatkan uang jika ada penumpang yang bersedia barangnya dibawakan, tak jarang para porter ini adalah lansia yang masih harus berjuang demi keluarga, bahkan ada porter yang memiliki tanggungan luar biasa.
Pak Cecep (61 tahun) adalah salah satu contoh porter lansia yang masih aktif menawarkan jasanya di Stasiun demi bisa menafkahi istri yang memiliki riwayat penyakit jantung dan mengharuskan kontrol rutin setiap bulan, bahkan karena faktor usia dirinya pun kini mengalami gejala yang sama, obat darah tinggi menjadi menu wajibnya setiap hari untuk mengurangi risiko sakit jantung.
Contoh lainnya kita bisa melihat Pak Supardi (60 tahun), diusianya kini masih harus berjibaku dengan beban berat demi keluarga dan anaknya yang masih sekola, pulang pergi ke stasiun mengayuh sepedah dari rumahnya dengan jarak 26km. Namun dengan segala kesabarannya pa Unus tetap berjuang demi bisa mengurus dan menghidupi keluarga.
Para porter diatas adalah segilintir contoh lansia pejuang nafkah yang dengan penuh tanggung jawab memenuhi kewajibannya menanggung sejuta masalah, masih sangat jauh memikirkan memenuhi keinginan dihari lebaran.
Sedikit apapun yang kita berikan, bisa mengukir senyum di para porter hebat. Berikan Bingkisan istimewa untuk mereka!

Ukir Kebahagiaan Hadiah Hari Raya untuk Porter
terkumpul dari target Rp 85.000.000