
Dua Kehidupan Guru Hebat Merawat Anak dan Adik Difabel
terkumpul dari target Rp 93.000.000
"Terimakasih Kakak, Selama ini udah jadi Ibu sekaligus Ayah buat Aku udah ngurusin semuanya"
...
"Terimakasih Mamah udah selalu sayang dan ngurus Aku"
...
Dibalik sosoknya yang selalu ceria dan menyenangkan Dimata murid-muridnya Ibu Yani (43) ternyata memiliki
Kisah hidup yang mengharu biru. Hampir seluruh hidup beliau di abdikan untuk mengurus orang lain.
Disekolah Ia mengurus dan mendidik anak-anak muridnya, di rumah Ia pun Harus mengurus dan merawat Adiknya beserta putrinya yang menyandang kondisi sangat istimewa. Siti (28) sang adik terlahir dengan kondisi istimewa, fisiknya seperti berhenti tumbuh hingga berperawakan layaknya balita dan hanya bisa tengkurap saja, hingga nyaris segala kebutuhan harus di bantu orang lain, dalam hal ini ibu Yani lah yang mengurusinya termasuk mengganti Popoknya.
Kondisi serupa ternyata dialami oleh Gina (19) putri dari Bu Yani sendiri, fisiknya pun berhenti tumbuh, meski awalnya Ia bisa berjalan dan bersekolah, namun karena merasa minder dan karena ejekan teman-temannya Gina terpaksa putus sekolah dasar. Kini kondisi Ginapun serupa sang Tante hanya mampu tengkurap dan mesti menggelindingkan tubuh jika ingin berpindah tempat.
Meski tak pernah mengeluh dan selalu bersyukur karena diberi kesempatan dan kesehatan hingga mampu menjalani dua kehidupan dan tanggung jawab yang tak mudah, ada ke khawatiran besar menggelayut di Benaknya, bagaimana jika Ia sakit, atau jika Ia di panggil terlebih dahulu oleh sang pemilik hidup, siapa yang mengurus dan merawat Siti dan Gina kelak.
"Adik dan putri saya itu mesti di rawat layaknya balita, termasuk mengganti popok, mandinya dan makannya, saya berdoa agar saya terus diberi kesehatan dan umur agar bisa terus merawat mereka" ungkap Bu Yani berkaca-kaca.
Tak banyak yang tahu dengan kisah hidup beliau yang tak mudah, Bu Yani hanya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak muridnya di sekolah. Meski hari-harinya tak pernah mudah. Berpuluh tahun merawat dua "bayi" nya dan mungkin juga untuk berpuluh tahun lagi ke depan.
Bu Yani selalu berdoa untuk sebuah keajaiban, dan ingin memberikan yang terbaik di tengah perjuangannya yang tak mudah. Namun wajah-wajah Adik dan putrinya serta ucapan doa dan ungkapan terima kasih mereka selalu menjadi penyemangat dan alasan Bu Yani untuk bertahan.
"Saya ingin memiliki usaha warung sembako yang saya dedikasikan untuk di kelola oleh Siti dan Gina, meski nanti saya yang belanja, mereka nanti yang menjaga, meski cuman tengkurap tapi minimal mereka ada tanggung jawab dan bisa berinteraksi dengan pembeli yang "melayani sendiri" Sukur-sukur bisa jadi bekal mereka kedepan, juga bisa menutupi kebutuhan pribadi mereka seperti popok dan jajannya" Bu Yani mengungkapkan mimpinya.
Insani baik: sungguh luarbiasa perjuangan dan dedikasi Bu Yani, mari kita bersamai Bu Yani dalam mewujudkan mimpinya dengan dukungan doa dan donasi terbaik kita.
Disclaimer:
Donasi yang terkumpul akan di pergunakan untuk mewujudkan warung impian Bu Yani untuk Siti dan Gina, juga kebutuhan mendesak lainya termasuk kebutuhan Siti dan Gina. Sebagian donasi juga akan dipergunakan untuk keberlangsungan program sosial kemanusiaan dan penerima manfaat lainnya di bawah naungan dan pendampingan Amal baik insani.

Dua Kehidupan Guru Hebat Merawat Anak dan Adik Difabel
terkumpul dari target Rp 93.000.000