
Beri Berkat Tuk Oma 83th penjual Serabi Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Oma Mbarsi, Nenek berusia 83 tahun adalah seorang penjual serabih, Beliau berjualan dari pagi hari di depan gereja untuk bisa menyambung hidupnya, agar dapur tetap bisa mengepul.
Oma Mbarsi tinggal di belakang gereja setelah ditinggal meninggal suami tercintanya, Oma tinggal sendirian tak punya anak dan tidak ada keluarga satupun.
“Oma disini merantau nak, tidak punya siapa-siapa puji tuhan ada yang menolong Oma dikasih termpat tinggal di rumah tak berpenghuni dibelakang gereja.”- ungkap Oma Mbarsi
Dimasa tua Oma mbarsi harusnya beliau beristirahat dirumah, Tapi Oma harus berjuang melawan dinginnya angin pagi hari untuk jualan berjualan serabih, dari sebelum matahari terbit Oma harus duduk bersimpuh didepan bara api untuk menjajakan serabih ketannya.
Pendengaran dan Penglihatan Oma Mbarsi sudah tidak normal lagi terkadang orang berbicara menggunakan bahasa isyarat yang harus di ulang beberapa kali. Pernah suatu ketika nenek salah memberikan kembalian yang mengakibatkan beliau harus rugi dan tak punya modal untuk jualan lagi.
“pernah dikasih uang orang saya kira 20 ribu nak, ternyata setelah oma lihat hanya 2 ribu.”- Cerita Oma Mbarsi
Oma Mbarsi menjual serabih ketan dengan harga 3-5rb per porsi, Pendapatan oma setiap hari 15-25 ribu rupiah, dengan uang segitu oma harus memutar otak untuk bisa membeli bahan-bahan serabih ketan yang akan dijual untuk besok paginya.
Dari kejauhan terlihat oma sedang duduk didepan gereja untuk berjualan serabih ketannya, Berharap ada yang datang untuk membeli dagangannya.
“Sudah dari tadi pagi jualan oma belum laku nak,” - Ungkap Oma sambil mengusap air mata yang membanjiri wajahnya.
Di usia senjanya, menikmati hasil jerih payah di masa muda dan dikelilingi oleh keluarga tercinta adalah impian banyak orang. Namun, tidak semua memiliki keberuntungan itu sebagian harus menghadapi kenyataan hidup sendirian tanpa pendamping itulah yang saat ini dirasakan oma mbarsi.
Saat kondisi dalam keterbatasan oma bersyukur bisa beribadah di gereja, Oma berdoa semoga senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang.
Bagaimana rasanya menjalani hidup seorang diri di usia senja? Ketika penghasilan masih belum mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk makan dan berobat harus ditunda
Donasi dari teman-teman tidak hanya disalurkan kepada Mbah Mbarsi saja. Namun beliau juga setuju dan memberikan izin menyalurkan bantuan di galang dana ini ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.
Pemilihan penyaluran bantuan akan ditentukan berdasarkan urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan kesesuaian program dengan bantuan yang akan disalurkan.
Penyaluran donasi akan dilaporkan secara berkala di halaman Kabar Terbaru pada galang dana ini. Ditunggu ya!
–
#Temanberbagi, maukah kamu membantu Mbah Mbarsi agar bisa merasakan hidup lebih layak? Kamu bisa bantu beliau, dengan cara klik "DONASI SEKARANG"

Beri Berkat Tuk Oma 83th penjual Serabi Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 50.000.000