
Berbagi Kebahagiaan Abah Eye Lansia Pejuang Nafkah
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Abah Eye Tarya, seorang kakek berusia 93 tahun ini harus terus berjuang demi bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Beliu berkeliling menyusuri sudut-sudut kota dan berkeliling ke setiap rumah untuk menawarkan jasa servis payung.
Sisa-sisa tenaga di usia 93 tahun masih menjadi sebuah anugerah yang dimiliki Abah Eye. Sebab, di ujung usianya ia masih bisa mencari nafkah untuk kehidupannya tanpa harus merepotkan orang lain dan meminta-minta.
Abah tinggal seorang diri di rumah kecil berukuran 3x4M, beliau terkadang hanya melamun drumah saja ketika pulang kerja.
"Lumayan lah jang, bisa kenging 15 ribu sehari ge keur meser tuang abah, jaba pami dibumi mah abah ge karesel tu aya batur". Ujar abah Eye
Setiap hari tidak banyak yang menggunakan jasa abah Eye, paling hanya satu atau dua orang saja itupun yang sudah berlangganan.
Dari setiap setiap jasa servis payungnya, abah hanya mematok upah 15 ribu saja, bahkan ada juga yang menawarny hingga 10ribu. Tapi buat abah itu sudah Alhamdulillah
Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, Abah dengan tertatih tatih berjalan kaki melintasi gang dan jalan raya dengan jarak yang cukup jauh guna mengais rezeki menawarkan jasa perbaikan payung dari pagi hingga sore hari. Sesekali ia pun beristirahat hanya sekedar membaca kaki yang pegal.
Jasa perbaikan payung sekarang ini kurang dilirik orang, karena sebagian besar mereka akan membuang payungnya jika rusak dibandingkan diperbaiki. Harga payung pun kini banyak dijual dengan harga murah. Terlebih lagi jika musim kemarau, jarang sekali orang menggunakan jasa perbaikan payung.
"Kalau musim panas gini mah jarang sekali yang memperbaiki payung. Sering nya Abah gak dapat pelanggan. Kadang harus puasa seharian. Kalau lapar Abah hanya minum air putih" Ujar Abah eye

Berbagi Kebahagiaan Abah Eye Lansia Pejuang Nafkah
terkumpul dari target Rp 50.000.000