
Demi Istri Sakit Mbah Paimun Penjual Es Wawan Jadul60Th
terkumpul dari target Rp 100.000.000
“ Klunting-Klunting.., Suara lonceng jadul mbah paimun penjual es wawan yang sudah 40Tahun tidak pernah berhenti hanya untuk menyambung hidup”
Mbah Paimun (70Tahun). Seumur hidup mbah paimun menyambung hidup dari berjualan es wawan, Setiap hari nya mbah paimun membuat es wawan itu sendiri dan menjajakan jualan nya pun sendiri. Tanpa lelah mbah paimun setiap harinya harus berjalan puluhan kilometer panas maupun hujan mbah paimun tetap berjalan menjajakan dagangan nya itu meskipun mbah tau akhir-akhir ini cuaca sering hujan dan pasti dagangan nya mbah sepi.
Meskipun kata orang jualan saya ini sudah jadul dan ketinggalan jaman saya yakin setiap hari pasti ada rejeki untuk saya dan keluarga melalui jualan saya ini.
Apalagi sekarang istri saya sedang sakit stroke lumpuh total sudah tidak bisa apa-apa lagi hanya bisa berbaring di atas kasur.
Namun apa yang bisa saya perbuat dari jualan es wawan ini, sebenarnya mbah paimun ingin membawa istri untuk berobat namun bagaimana lagi keadaan berkata lain sudah 2Tahun ini istri mbah paimun hanya bisa berbaring lemas di atas kasur.
Karena memang jualan mbah paimun akhir-akhir ini memang sepi sering sekali mbah paimun pulang tidak membawa uang bahkan untuk balik modal saja tidak bisa, oleh sebab itu mbah paimun belum bisa membawa istri berobat bahkan untuk makan saja terkadang mereka hanya bisa makan nasi sisa kemarin yang di hangat kan kembali, ucap (mbah paimun).
Teriris rasanya melihat perjuangan mbah paimun apalagi ketika mbah paimun berkata kepada istri “sabar ya nek nanti kalo kakek ada rezeki lebih kita berobat untuk kesembuhan nenek”.. ucap mbah paimun sambil mengusap dahi nenek..!
Besar harapan mbah paimun untuk bisa membawa istri berobat panas terik matahari maupun hujan tidak pernah mbah paimun rasakan hanya demi bisa membawa istri berobat dan sekedar untuk menyambung hidup.

Demi Istri Sakit Mbah Paimun Penjual Es Wawan Jadul60Th
terkumpul dari target Rp 100.000.000