
Perjuangan Anak 12 Tahun Di Tengah Keterpurukan
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Seorang anak sekolah bernama Nugi yang baru berusia 12 tahun, usia ketika anak lain masih bebas bermain dan bermimpi. Namun Setiap pulang sekolah ia tidak langsung pulang ke rumah, melainkan berjualan cilok keliling hingga sore bahkan sampai maghrib, dengan masih menggunakan seragam sekolahnya.

Upah yang ia terima hanya sekitar Rp. 10.000-20.000 per hari, itu pun jika dagangannya habis. Saat turun hujan dan jalanan sepi, penghasilannya bisa nol. Terkadang ia sering terlihat merenung dalam diam sembari menunggu pembeli yang tak kunjung terlihat. “Sekarang banyak yang jualan cilok, jadi susah lakunya,” Tutur Nugi.

Ia tinggal bersama ayah, ibu, dan adik kecilnya. Ibunya telah menderita kanker payudara selama sekitar 5 tahun dan tidak mampu bekerja. Adiknya Laura, tidak bisa berbicara dan membutuhkan pendampingan penuh oleh ibunya. Ayahnya harus berjualan keluar kota dan baru bisa pulang dua hari sekali.

Keluarga kecil ini tinggal di rumah kontrakan dengan biaya Rp. 500.000 per bulan. Mereka sering makan seadanya, bahkan tanpa lauk.
#SahabatKebaikan, mari bantu Nugi menjalani hidup yang lebih layak bersama ibunya yang menderita penyakit kanker.
Perjuangan Anak 12 Tahun Di Tengah Keterpurukan
terkumpul dari target Rp 50.000.000
