
Bakti dan Cinta Pak Iwan Tukang Sampah untuk Sang Ibu
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Dengan tak mengenal lelah, Pak Iwan (42) senantiasa menafkahi ibunya yang lumpuh dan sudah lanjut usia. Setiap hari bertugas menjadi petugas sampah wilayah dan mencari botol bekas untuk dijual menjadi aktivitas bagi Pak Iwan untuk mencari nafkah
“Sehari cuman dapet 20 ribu dari jual botol bekas dan jadi petugas sampah, cuman bisa kebeli beras dan royco aja buat makan Mak dan Anak.”
Seperti yang diutarakan oleh Pak Iwan, kini beliau, ibu dan anaknya hanya bisa makan dengan nasi dan bumbu penyedap rasa agar nasi yang hambar bisa mendapatkan rasa. Tentu makanan tersebut bukanlah makanan yang bergizi bagi Pak Iwan, ibunya yang lumpuh dan anaknya yang sedang bertumbuh kembang.
Setelah ditinggalkan meninggal oleh istri dan anak pertamanya, Pak Iwan tetap tegar dan sabar meski kini hanya tinggal bersama sang ibu yang sudah bertahun-tahun lumpuh dan anak bungsunya.
Pak Iwan mengungkapkan bahwa dengan pendapatan yang sangat minim, beliau tidak bisa membeli obat dan membawa ibunya ke rumah sakit. Tidak hanya itu saja, Pak Iwan harus juga membayar biaya sekolah anaknya yang sudah menunggak.
#TemanBerbagi, Beban yang ada di pundak Pak Iwan bukan lah beban yang ringan, namun dengan itu semua Pak Iwan tetap tegar dan menerimanya dengan penuh keikhlasan. Jika ada modal, Pak Iwan ingin sekali bisa mempunyai usaha agar ibunya lumpuh dan anaknya bisa ternafkahi dengan baik dan layak. Yuk bantu wujudkan usaha impian Pak Iwan bareng-bareng!!

Bakti dan Cinta Pak Iwan Tukang Sampah untuk Sang Ibu
terkumpul dari target Rp 20.000.000