
Memiliki Hutang dan Alami Stroke Bu Erni Tetap Jualan
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Sudahkah kita bersyukur hari ini atas semua yang kita miliki?
Sahabat berbagi, mari berkaca kepada bu Erni (30th), diusianya yang masih muda bu Erni harus mengalami stroke, jauh dengan bayi yang baru saja dilahirkan dan berhutang kepada Rumah Sakit sebesar 70jt rupiah dan sekarang harus berjualan balon keliling dibantu anaknya untuk membantu sang suami menyambung hidup.
Sepekan sebelum lebaran dimana semua orang bersuka cita kejadian nahas menimpa bu Erni, ia terjatuh karena darah tingginya kambuh hingga mengalami stroke ringan, separuh tubuhnya tidak bisa digerakan.
Mirisnya saat itu ia tengah mengandung anak ke-2 diusia 7bulan, karena kejadian tersebut operasi caesar diharuskan demi keselamatan ibu dan sang bayi. Saat itu bu Erni dan suami belum memiliki BPJS kesehatan sehingga operasi caesar ditempuh dengan jalur umum dan harus menerima tagihan sebesar 70jt rupiah.
Disisi lain kondisi ekonominya sangat berbanding terbalik, sang suami juga penjual balon keliling tidak memiliki biaya, mereka bahkan tinggal di kontrakan petak yang sempit dan sangat sederhana sekedar bisa berteduh dari panas dan hujan.
Beruntung pihak Rumah Sakit memberikan keringanan untuk mencicil. Tapi permasalahan tak selesai sampai disitu, kondisi bu Erni tidak memungkinkan merawat bayinya sehingga harus diasuh dipanti sosial, kini bu Erni hanya bisa menatap selembar foto bayinya dikala rindu.
Sebelumnya bu Erni memiki usaha pembuatan bawang goreng buatannya sendiri untuk membantu sang suami, sekarang kondisinya tidak memungkinkan dan hanya bisa ikut berjualan balon, itupun dibantu sang anak setelah pulang sekolah mendorong kursi rodanya ke tempat yang kemungkinan ada pembeli “ikut jualan balon kaya suami, buat bantu bayar utang ke Rumah Sakit” katanya.

Memiliki Hutang dan Alami Stroke Bu Erni Tetap Jualan
terkumpul dari target Rp 100.000.000