
Bantu Abah Irsyad Pejuang Nafkah Sebatang Kara
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Dengan tangan kurus dan keriputnya ini Abah Isyad mendorong gerobak kupat tahu kesayangannya.
Berjalan puluhan kilo menjajakan dagangannya. Dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Berharap dagangan hari ini laris manis. Namun apadaya namanya berdagang pasti ada rame dan sepi.
Namu akhir-akhir ini dagangan Abah Isyad memang sedang sepi pembeli, entah kenapa. Mungkin karena banyaknya persaingan.
Abah memulai persiapan dagang dari jam 3 dini hari hingga subuh kemudian pergi berjualan dari pagi hingga sering kali larut malam.
Karena jika dagangannya tak habis ia pasti akan pulang larut malam berharap ada pembeli yang membeli dagangannya.
Abah hanya tinggal sendiri dirumahnya.
Penghasilan abah dari berdagang Kupat tahu ini sangat tipis hanya hanya 25ribu perhari jika dirata-ratakan.
Untuk menekan pengeluaran abah setiap hari memakan dagangannya sendiri.
Namun tentu saja abah Isyad akan sangat sedih bila ia pulang dengan dagangan yang masih penuh di gerobaknya. Karena pasti akan basi terbuang..
Saat ini karena sering menombok abah kesulitan untuk modal berdagang, modalnya sangat tipis sehingga sulit untuk mengaturnya, ucap abah Isyad.
Teman berbagi maukah membantu Abah Isyad meringankan sedikit beban dipundaknya, bantuan yang teman - teman berikan akan sangat berharga dan bermanfaat untuk Abah Isyad.
Disclamer : Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Abah Isyad dan untuk modal usaha Abah Isyad juga untuk mendukung penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Lentera Pijar Kebaikan

Bantu Abah Irsyad Pejuang Nafkah Sebatang Kara
terkumpul dari target Rp 60.000.000