
Di Balik Kayuhan Lemah Abah Dedi Tukang Becak
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Sudah menjadi kebiasaan bagi Abah Dedi (79) yang merupakan seorang tukang becak. Duduk termenung sambil menunggu penumpang, Becak yang dilakoninya kini kian sepi penumpang, Abah Dedi pun bingung harus bagaimana untuk bisa terus mencari nafkah.
Sudah puluhan tahun Abah menjadi tukang becak, namun pada saat ini lah Abah merasa terpuruk karena seringkali sepi penumpang. Abah mulai beraktivitas dari pagi jam 6 hingga jam 2 siang.
“Gini aja Abah mah nak setiap hari sepi, paling cuman ada 1 atau 2 aja.”
Sesuai yang diutarakan oleh Abah, dalam sehari hanya ada satu atau dua penumpang saja. Jika dalam pendapatan, dalam sehari Abah hanya bisa mendapatkan hasil sebesar 10-15 ribu rupiah saja.
Dengan tubuhnya yang sudah renta pula Abah hanya bisa makan dengan nasi dan gorengan saja. Tentunya nasi dan gorengan bukanlah makanan yang bergizi bagi seorang Abah Dedi yang saat ini usianya sudah menginjak 79 tahun.
Kini pun Abah tinggal berdua dengan istrinya dengan rumah yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Tidak ada dapur dan kamar mandi, hanya ruangan kamar saja yang bisa Abah dan istrinya tinggali.
Sudah sangat wajar bagi Abah yang kini sudah lanjut usia, tubuhnya sudah tidak prima lagi seperti sedia kala. Apalagi dengan kondisi kaki Abah yang sering merasa kesakitan karena Abah pernah mengalami kecelakaan karena ditabrak mobil pada saat menarik becak.
“Abah udah ga kuat gowes becak yang nanjak nak, maklum udah aki-aki sekarang mah.”
#TemanBerbagi, di masa tuanya Abah belum bisa merasakan kesejahteraan karena kondisinya yang saat ini kian mengkhawatirkan
Di Balik Kayuhan Lemah Abah Dedi Tukang Becak
terkumpul dari target Rp 50.000.000