
Abah Jualan Balon Keliling Untuk Biaya Berobat Istrinya
terkumpul dari target Rp 60.000.000
"Abah senang lihat anak-anak kecil ketawa waktu beli balon. Kadang itu yang bikin Abah lupa rasa lelah. Tapi, hati Abah langsung sedih lagi kalau inget di rumah ada Emak yang sakit," ujar Abah Yusuf Jana, seorang pedagang balon keliling yang sudah berusia 75 tahun.
Setiap hari, Abah Yusuf mengayuh sepedanya dari pagi hingga sore, menempuh jarak hingga 10 km untuk menjual balon, dengan penghasilan yang didapat tak seberapa. Bahkan, tak jarang balon Abah tidak laku terjual, dan Abah terpaksa mengais padi sisa panen untuk makan bersama istrinya.
Yang lebih memilukan, istri Abah Yusuf sakit, kesulitan berjalan sejak beberapa tahun lalu akibat terjatuh. Kondisinya yang semakin lemah membuatnya butuh pengobatan, tetapi Abah tak punya cukup uang untuk membawanya ke dokter. Selama ini, Abah Yusuf merawat istrinya sendirian di sela-sela waktunya berjualan.
"Kalau Abah gak jualan, dari mana bisa beli makan dan obat buat Emak? Tapi Abah juga sering khawatir, takut kalau penyakit Emak tiba-tiba kambuh waktu Abah lagi di jalan," ujarmya.
Hati semakin pilu ketika tahu bahwa Abah Yusuf sering memaksakan tubuhnya yang sakit dan lelah untuk tetap berjualan. Pernah suatu ketika, Abah jatuh sakit di tengah jalan, tetapi ia tetap melanjutkan pekerjaannya demi mengumpulkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan obat istrinya.
"Kalau sepeda Abah mogok, Abah harus dorong pulang sambil bawa balon. Berat, tapi Abah gak punya pilihan, Nak," kata Abah dengan senyuman.
Kehidupan Abah Yusuf dan istrinya benar-benar bergantung pada tenaga rentanya, yang setiap hari semakin melemah.
#TemanKebaikan, Abah Yusuf dan Emak sudah terlalu lama hidup dalam keterbatasan. Di usia senjanya, mereka pantas mendapatkan kebahagiaan, rasa nyaman, dan kesehatan. Yuk, bersama kita bantu perjuangan abah berobatkan istrinya yang sakit.
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.

Abah Jualan Balon Keliling Untuk Biaya Berobat Istrinya
terkumpul dari target Rp 60.000.000