
Langkah Lelah Lansia Tukang Sol dengan Sepatu Usangnya
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Hidup di perantauan memang tak mudah, apalagi bagi Abah Uhin yang kini berusia 72 tahun. Sejak 45 tahun lalu, ia sudah menjadi tukang sol sepatu, berkeliling kota dengan penuh kesabaran. Setiap harinya, ia berjalan jauh untuk mencari pelanggan yang butuh jasanya. “Dari dulu kerjaan Abah ya ini aja, Nak. Udah biasa capek,” katanya sambil tersenyum meski tampak lelah.
Sebagai tukang sol sepatu, Abah tidak pernah mematok harga. Terkadang ia dibayar Rp30.000, kadang ada juga yang iba lalu memberi Rp50.000. Namun, pendapatan terbesar yang pernah ia bawa pulang hanya Rp50.000 dalam sehari, dan itu pun sering hanya cukup untuk membayar kontrakan serta makan seadanya. “Ya mau gimana lagi, yang penting bisa makan dan ada tempat berteduh,” ujarnya dengan nada pasrah.
Meskipun pekerjaannya memperbaiki sepatu, Abah sendiri justru memakai sepatu yang sudah kurang layak pakai. Sepatu itu satu-satunya yang ia miliki, sehingga meskipun sudah rusak, ia tetap mengenakannya. “Ah, buat keliling aja, Nak. Mending pakai yang ada, ini pun satu-satunya,” katanya sembari menepuk sepatunya yang sudah usang. Selain itu, baju yang ia kenakan juga bolong-bolong, karena ia tidak punya yang lebih layak.
Karena keterbatasan biaya, Abah harus tinggal di kontrakan kecil bersama tiga temannya. Mereka hidup dalam kondisi yang sangat sederhana, bahkan untuk makan pun harus patungan karena sama-sama tidak mampu. “Kadang kalau beruntung, ada yang baik hati kasih makanan, Nak. Tapi Abah juga nggak mau ngerepotin orang terus, pengennya bisa beli sendiri,” tuturnya penuh harapan.
Meski harus berjalan lebih dari 30 kilometer setiap hari, Abah tetap semangat mencari rezeki halal di perantauan. Baginya, tujuan utama merantau ke Bandung adalah untuk mencari nafkah bagi keluarga di kampung. “Abah cuma ingin rezeki yang halal, Nak. Biar keluarga di kampung juga bisa ikut merasa,” katanya sambil tersenyum, meski lelah jelas tergambar di wajahnya. Namun, di balik semua itu, Abah tetap percaya bahwa selama ia berusaha, rezeki akan selalu ada.
#TemanBerbagi, Abah Uhin ini bercerita sebenarnya Abah sudah lelah merantau dan bekerja jauh dari keluarga. Abah dari dulu punya harapan yang belum pernah terwujud. Yaitu Abah mau memiliki warung di kampung agar Abah tidak perlu jauh merantau keluar kota. Yuk kita wujudkan mimpi Abah Uhim untuk punya warung harapannya di kampung

Langkah Lelah Lansia Tukang Sol dengan Sepatu Usangnya
terkumpul dari target Rp 20.000.000