Sharing Happiness
  • Donasi
  • Zakat
    • Zakat Penghasilan
    • Zakat Perdagangan
    • Zakat Emas
    • Zakat Simpanan
  • Infaq
  • Wakaf
Masuk atau Daftar
Pemberitahuan
  • Lihat semua
  • Lihat Semuanya
  • Lihat semua
Home
Donasi
Zakat
Infaq
Wakaf
Masuk
Pusat Bantuan
Tentang Kami
Mengayuh Sunyi: Perjuangan Pak Azis, Penjual Puding Tunarungu - 23618

Mengayuh Sunyi: Perjuangan Pak Azis, Penjual Puding Tunarungu

Rp 360.000
terkumpul dari target Rp 50.000.000
1% tercapai 24 hari lagi
Teman Berbagi
 Share DONASI
Bantu sebarkan via :
SHARES
  • Detail
  • Info Terbaru
  • Donatur 6
  • Fundraiser

Di sela-sela deretan gerobak penjual takjil, terparkir sebuah  sepeda dengan setumpuk puding di atasnya.  Warna oranye dan cokelat puding terlihat unik, tetapi ada sesuatu yang lebih menarik, yaitu cara  penjual puding mengucapkan terima kasih melalui gestur anggukan dan tangan yang mengatup kepada pelanggan.

 

Rasa penasaran itu tidak berlangsung lama; saat semakin mendekat, terlihat selembar kardus sederhana bertuliskan, “Maaf tunarungu, puding Rp2.500”.

Itu merupakan satu-satunya cara Pak Azis (58) “berbicara” pada pembeli.  Ia tunarungu dan sulit bicara, tapi tak pernah berhenti berkeliling menjual puding  sejauh belasan kilometer selama dua tahun.

Setiap hari, dari pagi sampai sore, ia mengayuh sepeda sambil membawa sekitar 200 cup puding dengan berat yang hampir mencapai 30 kilogram.  Saat melewat jalan menanjak, beban tersebut  pernah membuat Pak Azis terjatuh sebanyak dua kali.

 Beruntung,  puding manis asli buatan sang istri yang juga tunarungu tidak hancur. Meski begitu, tak jarang puding kembali dibawa pulang atau Pak Azis harus berdiri berjam-jam hingga tiba pembeli.

“Sabar..’’ Pak Azis mengusap dadanya.

“Sholat...” perlahan  memperagakkan Takbiratul Ihram.

“Ada Allah.” wajahnya menengadah ke langit.

Bahasa tubuh  Pak Azis, sedang ,menjelaskan cara bertahan hidup yang sesungguhnya.  Padahal ia tidak bisa mendengar panggilan Adzan yang menggema  atau lantunan yang menandai waktu. Namun, sunyi itu tak pernah memutus hubungannya dengan Allah. Jika tidak melalui posisi matahari maka ia akan menanyakan jadwal sholat  kepada orang sekitar. Sunyi  menutup telinganya, tetapi tak pernah  menutup arah sujudnya.

Mungkin kita tak bisa menghapus sunyi yang ia dengar, tetapi kita bisa meringankan jalannya. Dengan motor atau alat bantu dengar, Pak Azis bisa terus berjuang dengan lebih aman dan manusiawi.

 

 

            

Disclaimer : SharingHappiness.org tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Campaign ini belum memiliki info terbaru
  • donatur-image

Galang Dana sebagai Fundraiser

Jadi Fundraiser

Mengayuh Sunyi: Perjuangan Pak Azis, Penjual Puding Tunarungu

Indonesia
Teman Berbagi
Rp 360.000
terkumpul dari target Rp 50.000.000
1% tercapai 24 hari lagi
Bantu sebarkan via :
SHARES
Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Jadi Fundraiser
Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Mau galang dana online seperti ini? Gratis!
Embed Code
<iframe src="https://be.sharinghappiness.org/embed/abahpuding" frameborder="0" width="100%" height="300"> </iframe>

Selamat campaignmu sudah live dan siap menerima donasi

Ajak teman dan keluarga untuk berdonasi dengan membagikan link dibawah ini

Copy

atau share via

facebook whatsapp

SharingHappiness.org

  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tim Kami

Donasi

  • Cara Donasi
  • FAQ

Program

  • Galang Dana
  • Campaign
  • Zakat

Yayasan Berbagi Bahagia

Jl. Jati Indah V No. 5 RT 10 RW 11
Kel. Gumuruh, Kec. Batununggal,
Kota Bandung, Jawa Barat 40275

SH Logo
© 2015-2026, Sharing Happiness All Reserved