
Dengan Gerobak Paralon Abah Deem Demi Mengejar Nafkah
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Sebagai perantau dari Garut, Abah Deem sudah terbiasa dengan kerasnya hidup di kota besar. Sejak tahun 1955, ia telah berjualan mainan untuk menyambung hidup. Di usianya yang sudah 79 tahun, Abah tetap gigih berkeliling dari pagi hingga malam. Setiap hari, ia berjalan sejauh 30 kilometer untuk mencari pembeli, meskipun kakinya sering terasa sakit. “ahh udah biasa dek Abah sakit kaki” katanya sambil tersenyum tipis.
Di Bandung, Abah hidup di rumah kontrakan bersama istrinya. Pasangan ini tidak memiliki anak, sehingga mereka hanya bergantung satu sama lain di masa tua. Dari hasil jualannya, Abah hanya mendapat sekitar 20 ribu rupiah untuk dirinya sendiri setelah dipotong modal. Namun, meskipun penghasilannya kecil, ia selalu menyisihkan sebagian uangnya agar kontrakannya tetap terbayar. “Abah tiap hari simpan uang, 10rb atau 5rb. gimana ada uangnya berapa soalnya dibagi buat makan sama emak. biar selalu dibayar. meski kadang telat” ujarnya dengan nada sabar.
Akhir-akhir ini, dagangan Abah semakin sepi, meskipun ia sudah berjalan jauh setiap harinya. Pendengarannya yang mulai menurun juga membuatnya kesulitan berkomunikasi dengan pembeli. Gerobak yang ia gunakan sudah sangat usang karena memang sudah ada sejak tahun 1980. Namun, Abah tetap setia dengan gerobaknya, karena baginya, itulah saksi perjuangannya selama ini.
Setiap subuh, setelah menunaikan shalat, Abah segera berangkat kerja. Ia baru pulang menjelang malam, sekitar pukul 8. Seharian penuh ia berkeliling tanpa henti, berharap dagangannya laku. Pagi tadi, ia baru mendapatkan 90 ribu rupiah, namun sebagian besar uang itu untuk modal, dan hanya 20 ribu yang bisa ia bawa pulang. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena masih bisa berjualan.
Di usia senjanya, Abah Deem tetap berusaha menjalani hidup dengan penuh keikhlasan. Ia selalu membeli mainan dagangannya sendiri dan memastikan stok tetap tersedia. Meskipun lelah dan sering merasa sakit kaki karena terlalu banyak berjalan, Abah tidak pernah mengeluh. “Yang penting usaha, Dek, biar rezeki tetap ada,” tuturnya dengan semangat yang tak pernah padam.
#TemanBerbagi Abah yang sudah lansia ini sangat memiliki semangat yang cukup tinggi. terbukti dari abah selalu optimis mau hujan atau panas akan tetap keliling menjemput rezekinya. Harapan besar Abah, Abah ingin memiliki modal usaha yang cukup untuk melanjutkan hidup. Yuk kita wujudkan impian Abah Deem ini agar lebih semangat lagi menjalani hidupnya

Dengan Gerobak Paralon Abah Deem Demi Mengejar Nafkah
terkumpul dari target Rp 20.000.000