
Ibu Single Parent Berjuang Demi Anak Operasi Tumor
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Ibu Single Parent Berjuang Demi Anak Operasi Tumor
“Banyak tetangga yang ngatain anak saya, mereka bilang amit-amit itu mulutnya Nisa. Ya Allah hati saya hancur mendengarnya. Saya cuma bisa diam dan sabar. Setelah Ayahnya pergi, saya cuma bisa berusaha memberikan yang terbaik untuk Nisa. Berharap Nisa bisa berobat dan sembuh dari sakitnya ini…”, lirih Bu Hasanah.
Ibu mana yang tak hancur hatinya, mendengar anaknya menjadi bahan bully tetangga-tetangganya. Sedih, bingung, kalut semua menjadi satu di perasaan Bu Hasanah. Namun nyatanya, beliau juga tidak bisa berbuat banyak selain sabar dan ikhlas.
Sejak berpisah dengan suaminya, Ibu Hasanah harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi putrinya, Nisa (2). Selain harus merawat dan membesarkan Nisa, Bu Hasanah juga harus banting tulang mencari nafkah untuk bertahan hidup. Apalagi, beliau juga harus segera kumpulkan biaya ratusan juta untuk operasi Nisa.
Sejak usia 2 bulan, kondisi mulut Nisa berubah dan berbeda dari anak-anak seumurannya. Awalnya hanya berupa benjolan kecil seukuran beras. Namun lama-kelamaan benjolan itu terus membesar dan menutupi mulut Nisa. Rupanya benjolan itu berisi sel tumor ganas!
Karena tidak memiliki biaya, Bu Hasanah belum bisa membawa Nisa menjalani pengobatan sama sekali. Apalagi beliau juga tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Hingga akhirnya Nisa hanya bisa diobati seadanya menggunakan kompres air panas setiap harinya.
“Nisa udah 2 tahun ini tahan sakit sendirian di mulutnya. Benjolannya semakin besar. Dia cuma bisa nangis. Buat makan dan minum Nisa udah kesulitan. Ya Allah saya takut kondisi Nisa semakin memburuk…”
Untuk bisa menyambung hidup, Bu Hasanah setiap hari harus berkeliling berjualan mainan anak-anak. Sambil menggendong Nisa, beliau berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain, dari rumah ke rumah lain berharap mainannya laku terjual.
Tapi sayang, di jaman sekarang mainan-mainan anak kecil ini jarang diminati oleh anak-anak. Seringkali Bu Hasanah pulang dengan tangan kosong. Kalaupun ada yang membeli, penghasilan beliau cuma cukup untuk membeli sebungkus nasi. Bahkan untuk membeli susu Nisa pun tidak cukup.
“Saya nggak tega harus ajak Nisa keliling jualan mainan kayak gini. Tapi saya juga nggak tenang kalau harus ninggal Nisa sendirian di rumah…”
Bu Hasanah tidak meminta banyak kepada Allah, beliau hanya ingin agar kebutuhan gizi Nisa tercukupi setiap hari dan bisa segera menjalani operasinya sebelum terlambat.
***
#OrangBaik, betapa besarnya perjuangan seorang Ibu demi merawat, mengasihi, dan menafkahi anaknya hingga bisa menjalani operasinya. Mari kita ringankan sedikit perjuangan Bu Hasanah agar dapat mencukupi kebutuhan hariannya dan membawa Nisa berobat, dengan cara:
-
Klik tombol “Donasi sekarang!”.
-
Masukkan Nominal Donasi.
-
Pilih metode pembayaran (Dompet Kebaikan/GO-PAY/DANA/Shopee Pay/LinkAja/Jenius Pay/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Mandiri Syariah/Kartu Kredit).
-
Dapatkan laporan melalui email.
Terima kasih, #OrangBaik!

Ibu Single Parent Berjuang Demi Anak Operasi Tumor
terkumpul dari target Rp 100.000.000