
Wujudkan Rumah Singgah untuk pasien dhuafa
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Perkenalkan, Namanya Elina (5 tahun) asal Kota Kuningan yang mengidap tumor pada lehernya.
Saat Elina lahir, muncul benjolan kecil sebesar kelereng di leher sebelah kiri, tapi tak dapat diperiksa akibat kendala biaya hingga benjolan makin hari kian membesar dan Elina kerap menangis kesakitan tiap hari.
Salah satu pengobatannya harus menjalani kemoterapi secara rutin di rumah sakit kota besar. Merekapun terpaksa harus sewa kontrakan berbulan bulan demi pengobatan sang anak.
Sedangkan sang ayah hanya berprofesi sebagai buruh bangunan yang penghasilannya tidak seberapa. Agar tetap bisa menjalani pengobatan Elina, mereka sudah menjual harta dan bendanya, sampai habis tak tersisa.
Di usianya yang masih kecil, tangis Elina terus pecah setiap tarikan nafasnya. Badannya yang mungil tak kuasa menahan denyut bengkak tumor yang kini telah sebesar kepalan tangan orang dewasa.
Ada juga Ashyfa (8 tahun) terlahir normal, tapi saat usianya menginjak 1 tahun, ia mengalami demam tinggi dan kejang hebat. Setelah dilarikan ke rumah sakit, hasil pemeriksaan menunjukan ia mengidap Meningitis Tuberculosis di bagian otak.
Sosok ayah bagi Ashyfa pun sudah tiada, ayah sudah meninggal 6 tahun lalu. Sehingga hanya ibu nya lah yang harus berjuang keras untuk memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Ibu dari Ashyfa kini mencari nafkah dengan berjualan kue keliling, dan penghasilanya hanya cukup untuk makan seadanya saja.
Padahal seminggu sekali Ashyfa harus melakukan fisioterapi dengan biaya sampai Rp. 500.000,- per sesi dan pengobatan herbal. Selain itu, dokter juga memvonis Ashyfa harus menjalani pengobatan selama bertahun-tahun.
Kondisi Ashyfa saat ini semakin memburuk, tubuhnya kaku dan sulit digerakan. Bahkan kaki dan tangannya bengkok dan semakin mengecil, karena tidak lagi menjalani terapi rutin.
Mereka adalah sebagian pasien yang harus menempuh jarak puluhan bahkan ratusan kilometer untuk berobat ke rumah sakit, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari nya pun mereka serba kekurangan. Bahkan, tak jarang mereka harus menjual harta bendanya dan berhutang demi menjemput kesembuhan.
Proses pengobatan yang panjang memaksa mereka harus menetap lebih lama di kota. Alhasil, tidur di lorong-lorong rumah sakit dengan beralaskan kardus harus dijalani. Mereka tidak mungkin untuk pulang-pergi dari rumah lagi mengingat ongkos yang sangat menguras biaya.
Berbagai persoalan tersebut, tentunya membutuhkan solusi yang konkrit dan realistis. Rumah Singgah adalah salah satu solusi untuk membantu mereka dengan menyediakan tempat secara gratis yang layak dan nyaman untuk menampung pasien-pasien dari luar kota, terutama untuk pasien dari keluarga yang kurang mampu selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit rujukan sekitar kota Bandung.
Berangkat dari kepedulian terhadap keluarga pasien kurang mampu yang tidak memiliki tempat tinggal sementara selama proses pengobatan tersebut, Yayasan Global Sedekah Movement menginisiasi program Pengadaan Rumah Singgah yang di peruntukkan untuk pasien-pasien.
Yayasan Global Sedekah Movement sejak Tahun 2021, berkiprah menjadi wadah berbagi pada sesama. Salah satu program kami yaitu membantu pasien-pasien dhuafa yang memiliki keterbatasan ekonomi dan fisik.
Rumah singgah sendiri In’syaa Allah merupakan bukti keberpihakan kami terhadap warga golongan ekonomi lemah, terutama pasien-pasien dari luar daerah yang sedang menjalani rawat jalan di Kota Bandung. Tidak hanya sebatas memberikan tempat tinggal sementara, namun kami juga memberikan edukasi, sosialisasi, siraman rohani, dan pendampingan pasien dari/ke Rumah Sakit.
Kami memiliki mimpi untuk memiliki sendiri asset Rumah Singgah tersebut. Namun, kami memilih bersikap realistis untuk sementara bertahap menyewa sebuah rumah di salah satu kawasan strategis di Bandung yang relatif dekat dengan Rumah Sakit Rujukan.
Lokasi rumah yang rencana akan kami sewa memiliki lokasi strategis yang memudahkan pasien untuk dapat menempuh perjalanan ke Rumah Sakit Rujukan.
In’syaa Allah, biaya yang terkumpul nantinya, akan kami gunakan untuk menyewa rumah selama 2 (dua) tahun, dengan kapasitas 7 kamar tidur dan 4 kamar mandi.
Sahabat Kebaikan, mari ulurkan tangan untuk terwujudnya rumah singgah ini untuk para pasien yang membutuhkan. Eina dan Ashyfa adalah sebagian dari banyaknya pasien yang memerlukan rumah singgah. Dengan adanya rumah singgah ini tentunya akan meringankan beban mereka.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk sewa rumah yang nantinya akan digunakan untuk rumah singgah dan memenuhi segala keperluan lainnya.

Wujudkan Rumah Singgah untuk pasien dhuafa
terkumpul dari target Rp 100.000.000