
Menjemput Kemerdekaan, Jutaan Orang di Palestina Tak Punya Rumah Untuk Berteduh
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Warga Palestina yang mengungsi dari rumah mereka di Gaza telah kembali ke tempat yang masih tersisa setelah perjanjian gencatan senjata mulai berlaku. Kembalinya warga Palestina ke rumah mereka menjadi momen yang penuh rasa suka duka. Setelah gencatan senjata terjadi, banyak yang mendapati bahwa tempat yang mereka sebut rumah kini telah berubah menjadi puing-puing.
Sebanyak 92% tempat tinggal di Gaza hancur dan rusak. Lebih dari 1,8 juta orang kini berada dalam keadaan darurat, mendesak perlunya tempat tinggal dan barang-barang penting untuk memulai kembali kehidupan mereka.
Kesedihan dan kehilangan menyelimuti setiap langkah mereka melihat rumah-rumah yang dulunya menjadi tempat berkumpul dan berbagi kini hanya tersisa reruntuhan. Situasi ini menambah beban bagi mereka yang telah dipaksa untuk berpindah tempat berkali-kali, bahkan hingga sepuluh kali atau lebih. Bayangkan betapa sulitnya bagi anak-anak yang harus menyesuaikan diri dengan ketidakpastian dan trauma akibat kehilangan rumah, sekolah, dan teman-teman mereka.
Sahabat, Belumlah usai penderitaan yang mereka alami dan tak pernah usai pula uluran tangan yang bisa kita berikan. Mari bersama kita membantu mereka memiliki tempat tinggal dan layak agar dapat menikmati hidup yang lebih baik.

Menjemput Kemerdekaan, Jutaan Orang di Palestina Tak Punya Rumah Untuk Berteduh
terkumpul dari target Rp 100.000.000