
Bantuan Medis yang kian menipis
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Gencatan senjata yang baru saja tercapai memberi sedikit napas bagi masyarakat Palestina, namun di tengah reruntuhan, penderitaan itu masih terus berlangsung. Rumah Sakit yang menjadi tempat harapan kini berubah menjadi saksi bisu dari keputusasaan yang mendalam. Di dalamnya, nyawa-nyawa tak berdosa bergantung pada harapan yang semakin menipis. Obat-obatan dan perlengkapan medis yang sebelumnya sudah langka, kini hampir habis, sementara pasien terus berdatangan dengan luka-luka mengerikan.
Setiap detik yang berlalu adalah perjuangan, di mana setiap napas penuh dengan ketidakpastian. Pasien yang terluka parah menunggu bantuan medis yang tak kunjung datang, sementara tenaga medis yang ada berjuang tanpa henti dengan sumber daya yang sangat terbatas. Mereka bekerja dengan segenap kemampuan,tanpa alat yang memadai, dan tanpa cukup obat, untuk menolong mereka yang membutuhkan.
Lebih dari sekedar tubuh yang terluka, keadaan ini merobek hati setiap orang yang menyaksikannya. Banyak yang telah kehilangan orang yang mereka cintai, dan banyak juga yang masih menunggu keajaiban yang sangat jarang datang. Meski dunia terkesan melupakan penderitaan mereka, namun di Palestina, setiap tetes darah dan setiap detik adalah perjuangan hidup.
masih ada kesempatan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Saat ini, donasi Anda adalah harapan terakhir bagi ribuan nyawa yang bergantung pada alat medis yang hampir habis. Bantuan medis sangat dibutuhkan untuk memberikan perawatan kepada mereka yang terluka, memberikan obat-obatan untuk mereka yang terinfeksi,menyuplai dan membangun kembali rumah sakit dengan perlengkapan medis yang krusial.

Bantuan Medis yang kian menipis
terkumpul dari target Rp 100.000.000