
KEBUTUHAN PANGAN MENDESAK UNTUK SELAMATKAN NYAWA
terkumpul dari target Rp 2.000.000.000
Lebih dari Seperempat Penduduk Gaza Mengalami Gizi Buruk, Bantuan Pangan Darurat Diperlukan Segera
Dulu, kehidupan di Gaza memiliki kenikmatan sederhana yang ditemukan dalam makanan. Pasar-pasar lokal penuh dengan berbagai bahan makanan segar; sayuran hijau, buah-buahan, roti yang baru dipanggang, dan hidangan khas Palestina yang menggugah selera. Namun, semua itu mulai memudar seiring berjalannya waktu
Sekarang, di tengah kondisi yang semakin buruk akibat blokade dan konflik yang tak kunjung usai, warga Gaza mengalami kesulitan yang sangat besar dalam mendapatkan makanan, apalagi makanan yang mereka inginkan. Pasokan pangan terbatas, dan banyak keluarga hanya bisa mengandalkan bantuan kemanusiaan yang datang dengan jumlah yang tak cukup.
Krisis pangan di Palestina tahun 2023 dan 2024
- 60% populasi hidup dalam kemiskinan.
- 70% warga Palestina bergantung pada bantuan pangan.
- Lebih dari 25% anak-anak menderita gizi buruk akut.
Roti yang dulunya tersedia dalam jumlah melimpah kini menjadi barang langka. Bahkan untuk mendapatkan makanan bergizi, warga Gaza harus rela mengantre berjam-jam dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.
Pentingnya akses terhadap makanan bergizi kini terasa lebih besar daripada sebelumnya. Tidak hanya roti dan makanan pokok yang sulit didapat, tetapi juga bahan makanan yang mengandung gizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein, hampir tidak tersedia.
Hal ini berakibat langsung pada kesehatan masyarakat Gaza, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil yang sangat rentan terhadap kekurangan gizi. Lebih dari 25% anak-anak di Gaza kini mengalami gizi buruk akut—sebuah angka yang menggambarkan betapa parahnya krisis ini.
Kini, kehidupan sehari-hari di Gaza terancam kelaparan, dengan hampir separuh populasi membutuhkan bantuan pangan darurat. Tak hanya itu, dengan tingkat kemiskinan yang sangat tinggi—sekitar 60% penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan—mereka bergantung sepenuhnya pada pasokan pangan dari bantuan internasional.
Krisis Gizi yang Mengancam
Sekarang, lebih dari 1 juta orang di Gaza menghadapi kelaparan parah. Laporan IPC (Integrated Food Security Phase Classification) menyebutkan bahwa sekitar 1,1 juta orang di Gaza mengalami kelaparan yang sangat parah, dan jika tidak ada perubahan, jumlah ini bisa meningkat dua kali lipat dalam beberapa bulan mendatang.
Namun sekarang, kelaparan dan malnutrisi mengintai di setiap sudut kehidupan mereka, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik hanya dapat terwujud dengan bantuan dari dunia luar.
Solusi Darurat: Bantuan Pangan
Solusi untuk krisis gizi ini terletak pada bantuan pangan darurat yang bisa disalurkan ke Gaza secepatnya. Bantuan berupa makanan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan dasar para warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya, sangat dibutuhkan agar mereka dapat bertahan hidup dan pulih dari dampak kelaparan ini. Tanpa adanya dukungan tersebut, ancaman gizi buruk akan semakin meluas, dan kehidupan warga Gaza akan semakin terancam
Bergabunglah dalam Upaya Kemanusiaan! Bantu kami mengirimkan bantuan makanan bergizi dan pemenuhan kebutuhan dasar pangan untuk saudara kita di palestina
#MakananUntukGaza #SelamatkanGaza #GiziBurukGaza #BantuanPanganUntukGaza #DonasiUntukKemanusiaan
Sumber:

KEBUTUHAN PANGAN MENDESAK UNTUK SELAMATKAN NYAWA
terkumpul dari target Rp 2.000.000.000