
Pasukan zionis israel melanjutkan agresi besar-besaran. Pasukan penjajah terus melakukan aksi pembakaran dan perusakan terhadap rumah dan tenda-tenda pengungsian.
Di bawah langit yang dipenuhi asap dan debu, rumah-rumah yang dulu menjadi tempat berlindung kini hanya tersisa puing-puing. Tenda-tenda pengungsian yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal kini luluh lantak dihantam bom. Anak-anak menggigil di tengah dinginnya malam, tanpa selimut, tanpa dinding yang melindungi mereka dari angin yang menusuk tulang.
Selama bertahun-tahun, Palestina terus mengalami penderitaan akibat konflik yang tiada henti. Rumah-rumah hancur, ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, dan anak-anak dibesarkan dengan trauma yang disebabkan oleh perang. Para warga harus tinggal di tenda pengungsian yang tidak layak, tanpa jaminan makanan, air bersih, atau fasilitas kesehatan. Sebagian besar warga Palestina hidup di bawah garis kemiskinan, yang membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perjuangan mereka untuk bertahan hidup semakin sulit.
Banyak pengungsi yang harus tidur tanpa kasur, hanya beralaskan tanah atau plastik tipis yang tidak mampu menghalau dinginnya suhu malam. Sebagian lainnya tidak memiliki selimut hangat, membuat mereka terjaga sepanjang malam dalam kondisi menggigil. Bahkan kebutuhan dasar seperti makanan hangat seperti sup sulit dipenuhi karena minimnya sumber daya. Hujan lebat yang kerap datang juga memperburuk keadaan, membuat tenda dan tempat tinggal sementara mereka terendam banjir. Dalam kondisi ini, para pengungsi tak hanya melawan rasa lapar dan dingin, tetapi juga menghadapi risiko kesehatan yang semakin tinggi.
Mereka tidak meminta banyak, hanya sedikit kehangatan di tengah musim dingin yang kejam. Mereka butuh pakaian hangat, makanan, dan tempat berteduh yang layak. Di saat dunia terus berputar, mereka berjuang hanya untuk tetap bertahan.
Mereka sangat membutuhkan bantuan untuk bisa terus bertahan di tengah serangan dan angin malam yang menusuk tulang. Selimut tebal, jaket, dan pakaian hangat menjadi kebutuhan agar anak-anak dan lansia dapat bertahan. Tanpa bantuan ini, mereka akan terus menghadapi risiko berbagai penyakit serius selain dari serangan yang menghantam bertubi-tubi.
Saat ini, kita tidak bisa tinggal diam. Mari bersama-sama kita hadirkan kehangatan dan harapan untuk mereka! Tunjukkan bahwa kemanusiaan lebih kuat dari kehancuran.
Ulurkan tangan dan berikan dari apa yang kita miliki untuk memberikan kehangatan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Kepedulian kita bisa menjadi harapan bagi mereka yang hampir kehilangan segalanya!
