
“Kalau saya nggak ambil air, cucu saya nggak bisa mandi…”
Begitulah kata Nek Halimah yang berusia 70 tahun dan harus jalan kiloan meter bawah terik matahari sambil menggendong cucunya untuk mengambil seember air.
Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia sekaligus kunci untuk pembangunan berkelanjutan. Namun, di Desa Mekarmanik, Bojongmanik Banten krisis air bersih masih jadi kenyataan pahit. 806 jiwa dan para santri di pesantren harus bertahan hidup dengan sumber air yang semakin langka dan tidak layak konsumsi.
Padahal air adalah kebutuhan hidup paling dasar.
- Tubuh manusia terdiri dari 60% air, tanpa air kita tidak bisa bertahan lebih dari beberapa hari.
- Air dibutuhkan untuk minum, masak, mandi, menjaga kebersihan, hingga beribadah.
- Tanpa air pangan tak bisa dihasilkan, ternak tidak bisa hidup, dan ekonomi desa lumpuh.
Bagi warga Mekarmanik, krisis ini nyata setiap hari. Selain harus berjalan kiloan meter, mereka juga harus antri dengan warga lain, belum lagi sungai kering sumber titik air terbatas dan air yang dihasilkanpun terasa kotor dan bau.
Dari konidisi itu
- ibu-ibu kesulitan mencuci
- Petani kehilangan panen karena sawah kering.
- Santri pesantren bahkan sering kekurangan air untuk berwudhu, mandi, dan aktivitas belajar sehari-hari.
Bayangkan, di tempat yang seharusnya menjadi pusat ilmu dan ibadah, para santri masih harus berebut air bersih untuk sekadar berwudhu.
Kondisi ini bukan sekadar merepotkan, tapi mengancam kesehatan, pendidikan, dan keberlangsungan hidup. Air kotor bisa memicu diare, penyakit kulit, dan sanitasi buruk. Jika tidak segera diatasi, dampaknya meluas: kegiatan belajar di sekolah dan pesantren terganggu, pangan terancam, dan ekonomi desa makin sulit.
Ayo Jadi Bagian dari Harapan!
Air bukan hanya soal kebutuhan, tapi soal kehidupan.
Dengan berdonasi, kamu ikut menghadirkan akses air bersih untuk warga Mekarmanik dan para santri di pesantren.
Satu langkah kecil darimu bisa jadi aliran besar harapan bagi ratusan keluarga dan ratusan santri yang menuntut ilmu.
👉 Klik Donasi Sekarang, mari kita hadirkan air menghadirkan kehidupan, menjaga ibadah, dan mendukung masa depan generasi penerus.
