
Lansia Disabilitas Bertahan hidup dengan berjualan sapu
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Abah Hadri seorang lansia yang masih semangat berjualan sapu demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meskipun usianya sudah lanjut, beliau tetap berjuang untuk dirinya sendiri karena abah hadri hidup sebatang kara. Kehidupan Abah penuh dengan cobaan, tetapi semangatnya tidak pernah padam.
Abah Hadri berjualan sapu keliling semenjak di tinggalkan kedua orangtuanya. Setiap hari, beliau hanya mendapatkan penghasilan bersih sekitar 10 ribu rupiah.
Abah Hadri sering mengalami pusing dan sesak saat berjualan, ditambah lagi dagangannya sering tidak laku.
Sebelum berjualan abah sering mampir ke makam kedua orangtuanya,berharap dagangannya laku untuk bisa abah gunakan abah buat makan.
Sebelum jualan abah sarapan pakai nasi kuning,dan nasi kuning ini nanti nya abah makan lagi ketika pulang berjualan,untuk menghemat uang.
Abah sudah tidak kuat kalau jalan nya jauh,kakinya sering sakit,jadi abah menjajakan sapu hanya dari rumah ke rumah,ketimbang ngemis mending abah jualan sapu. Dulu abah sempet mengemis tapi saat ini abah lebih baik jualan saja.
Abah Hadri sangat berharap mendapatkan modal usaha dengan berjualan sembako di depan rumahnya.
Abah Hadri telah berjuang dengan gigih di usianya yang sangat tua walaupun dengan keterbatasan kondisi fisiknya (kedisabilitasan).

Lansia Disabilitas Bertahan hidup dengan berjualan sapu
terkumpul dari target Rp 50.000.000